Syarif Hasan: Duit yang Dibawa Diana tak Signifikan
Polhukam / Rabu, 22 Februari 2012 18:28 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Syarif Hasan mengklaim, barang bukti yang dibawa mantan Ketua DPC Minahasa Tenggara Diana Maringka ke Komisi Pengawas tak signifikan. Dia ragu duit itu diberikan oleh tim pemenangan Anas Urbaningrum.
Menteri Koperasi dan UKM itu pun menuding ulah Diana yang terlalu nyaring "bernyanyi" tak baik bagi partai. Seharusnya, kata dia, Diana melaporkan masalah ini Komisi pengawas, bukan ke media.
Syarif memastikan, berbagai pemberian sebelum Kongres Demokrat di Bandung pada 2010, bukan money politics. Pemberian uang adalah sebagai ganti biaya akomodasi dan transportasi.
"Lagi pula jumlahnya masih wajar," kata Syarif.
Pengakuan Diana memang tak biasa. Perempuan bertubuh subur itu, beberapa waktu lalu, mengaku menerima uang dari tim sukses Anas. Besarannya US$ 7.000 dan Rp 30 juta. Selain duit, Diana juga mendapat ponsel cerdas BlackBerry saat kongres.
Diana tak sendiri. Menurut dia, sejumlah ketua DPC lain pun menerima "upeti" seperti dirinya. Diana pun meminta Anas Urbaningrum nonaktif terlebih dahulu hingga penelusuran dugaan praktik politik uang ini tuntas.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Bidang Luar Negeri Nurhayati Assegaf menduga, Diana sengaja melemparkan isu politik uang untuk menyudutkan Partai Demokrat.
"Saya khawatir ada yang menungganginya. Saya tak sebutkan siapa. Bisa saja partai lama atau baru. Sekarang, banyak partai yang ingin kelihatan hebat dan bersih. Saya merasa ini tak etis," ujar Nurhayati.
Menurut dia, agak aneh bila tiba-tiba banyak media massa yang menyiarkan keterangan Diana, yang bukanlah kader penting di partai. Pada kesempatan itu, Nurhayati juga menepis lontaran isu bahwa kongres 2010 dipenuhi aroma politik uang pemenangan calon ketua umum.(Rafki Hidayat/ICH)
|
|
|
|
Minggu, 26-Februari-2012
demokrat sudah kepojok mau putar balikan fakta nih .... apa rakyat udh bodo . kerakusan demokrat sudah ketahuan .
Sabtu, 25-Februari-2012
Biaya Transportasi Kongres Partai Demok[a]rat = Rp.100juta per kader DPC (US$ 7.000 dan Rp 30 juta,BlackBerry). "Itu sudah wajar, untuk ganti biaya hotel di bandung/jakarta dan tiket pesawat pulang pergi," menurut si korup Syaraf. Hitungannya dari mana ya? Ente pasti dapet lebih dari itu ye, Riff.. Bangsat politisi Demokrat..Katakan "Tidak" pada partai koruptif ini.
Kamis, 23-Februari-2012
PD ------- Partai Dosa...
Kamis, 23-Februari-2012
Ini politisi atw org bodoh y? Y jls lh kader partai hrs mnyampaikan ke pimpinan kl mmg trjadi suap..mau ibu diana org g pntg atw pntg skalipun yg namanya kader wajib memberitahukan kpd pimpinan kl mmg ada pnyelewengan.. 100 jt g logis bgt oon.mw 1 jt kek itu dh salah.namany nyuap..dn dsumpah.. Kl seandainya demokrat cerdas shrsnya isu ini bs djadikan momentum utk bangkit.menindak tgs kader yg brmasalah trmsk ktua umum.maka pemilu 2014 msh di tangan demokrat.. Politisi demokrat oon..hayo boikot demokrat..
Kamis, 23-Februari-2012
Duit senilai 100jt bukanlan nilai kecil, kok aneh masih dibilang uang transport dan akomodasi? masih dibilang cari sensasi, gila tidak ? tuduh kiri kanan????