Metrotvnews,com, Jakarta: Rencana penaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi per 1 April mendatang dinilai terlambat. Menurut Faisal Basri, pengamat ekonomi, kenaikan harga BBM seharusnya dilakukan tahun lalu.
Menurut Faisal, keraguan pemerintah itu membuat dampak kenaikan harga BBM sudah bisa dirasakan sebelum harga BBM dinaikkan. Sudah dua tahun pemerintah hanya melakukan kajian, tanpa aksi. Itu justru membuat biaya kenaikan BBM menjadi tinggi jika dihitung inflasi akibat spekulasi. Jika saat ini BBM dinaikkan, pemerintah perlu memikirkan kompensasinya dalam bentuk perbaikan transportasi massal.
Sementara itu mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier menganggap kompensasi kenaikan BBM, berupa bantuan langsung tunai, bukanlah obat yang mujarab menekan penderitaan rakyat. Inflasi akibat kenaikan harga BBM seperti penyakit yang lama disembuhkan.
Rencana penaikan harga BBM ini masih dibahas di DPR. Sejauh ini terdapat 4 fraksi yang menolak kenaikan BBM, sementara sisanya fraksi koalisi pemerintah mendukung kenaikan harga BBM. Jika rencana itu disetujui, per 1 April mendatang harga BBM dinaikkan sebesar Rp1.500 menjadi Rp6.000 perliter. Kenaikan akan diikuti dengan penyaluran bantuan langsung tunai kepada masyarakat miskin.(DSY)