Kembalikan untuk Kepentingan Indonesia

Metro View | Jumat, 13 Mei 2011 18:32 WIB

Suryo
Suryopratomo

KEMELUT di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia terus saja bergulir. Sayangnya, arahnya bukan menuju kepada perbaikan, tetapi pada kerusakan. Akal sehat sudah tertinggal di belakang, sehingga yang berjalan adalah prinsip "pokoknya".
    
Semangat yang muncul bukan bagaimana mencari solusi terbaik, tetapi saling menjegal. Akibatnya kalau kemarin berebut untuk menjatuhkan atau mempertahankan Nurdin Halid, sekarang semangatnya untuk menganulir keputusan Komite Normalisasi.
    
Padahal Komite Normalisasi dibentuk karena ada ketidaknormalan. Kehadiran Komite Normalisasi diharapkan segera mengembalikan persepakbolaan nasional ke kondisi normal kembali agar kita bisa segera membenahi kondisi persepakbolaan kita.
     
Memang karena ketidaknormalan yang ada, rasanya kedaulatan kita seperti tercabut. Pemilihan Ketua Umum PSSI tidak sepenuhnya kita lakukan sendiri, tetapi harus mengikuti apa yang ditetapkan oleh Badan Sepak Bola Dunia, FIFA.
     
Ketidakberdaulatan kita dalam menentukan pucuk pimpinan PSSI memang terasa menyakitkan. Tetapi itu adalah konsekuensi yang harus diterima atas ketidakmampuan kita kemarin-kemarin mengurusi organisasi sepak bola kita sendiri. Ibaratnya untuk mengembalikan organisasi PSSI ke keadaan normal, penanganannya untuk sementara diambil alih oleh FIFA.
   
Agar kita segera bisa mengembalikan kedaulatan kita, maka kita jangan terus berseteru sendiri. Kita harus bersatu padu dan menunjukkan kepada masyarakat dunia bahwa kita kompak. Orientasi kita semua mengembalikan pembinaan persepakbolaan kita ke jalur yang benar.
   
Rasanya tujuan utama kita sudah tercapai yakni mencabut mandat yang diberikan kepada Nurdin Halid. Kita menilai bahwa salah satu penyebab gagalnya pembinaan sepak bola kita adalah tidak adanya visi pembinaan dari Ketua Umum PSSI yang lama.
   
Sekarang ketika Nurdin sudah tidak mempunyai hak untuk maju dalam pemilihan Ketua Umum PSSI, maka seharusnya kita tidak perlu khawatir pada siapa pun Ketua Umum PSSI yang akan terpilih. Yang terpenting adalah ia memiliki konsep yang jelas untuk membawa kemajuan bagi persepakbolaan nasional kita.
   
Semangat itulah yang seharusnya dimiliki para pemegang hak suara PSSI. Jangan kita terjebak lagi kepada figur tertentu, tanpa memedulikan konsep pembinaan yang akan ditawarkan. Pengalaman selama ini seharusnya mengajarkan kita semua bahwa orientasi kepada figur tertentu membuat kita kecewa di kemudian hari.
    
Para pemegang hak suara lebih baik merumuskan bersama konsep pembinaan yang diinginkan. Kita kumpulkan hal-hal yang terbaik dari semua komponen bangsa ini agar menjadi satu konsep pembinaan yang utuh. Kita buang jauh-jauh hal-hal yang selama ini menghambat kemajuan persepakbolaan kita.
    
Konsep pembinaan itulah yang kita mintakan menjadi pekerjaan rumah terpilih. Kita beri kepercayaan kepada mereka yang mempunyai kemampuan manajerial yang baik, memiliki integritas diri yang tinggi, dan mau menjalankan konsep pembinaan yang kita rumuskan bersama.
     
Cara ini akan jauh lebih baik dibandingkan kita hanya meributkan figur tertentu. Seakan-akan hanya satu orang saja yang mampu mengembalikan kejayaan sepak bola Indonesia. Padahal bukan nama besar yang menjadi kunci keberhasilan, tetapi kemampuan yang jauh lebih menentukan.
     
Janganlah kita terus membuang energi untuk sesuatu yang destruktif. Sekadar hanya membesar-besarkan perbedaan dan menyalakan semangat permusuhan. Sekali lagi yang kita butuhkan sekarang ini adalah persatuan dan kebersamaan untuk membangun kembali persepakbolaan kita yang sedang terpuruk.
     
Pekerjaan membangun kembali sepak bola nasional kita bukanlah pekerjaan sehari-dua hari. Kita membutuhkan perjalanan yang panjang untuk mencapai perbaikan. Itu pun dibutuhkan konsistensi dalam melaksanakan konsep pembinaannya.
     
Sekarang yang kita butuhkan adalah kedewasaan dari semua pihak. Kita jangan hanya sekadar menonjol ego kita. Sepak bola tidak bisa dibangun hanya sekadar mengandalkan ego. Sepak bola hanya bisa maju apabila akan totalitas, sikap tanpa pamrih, dan kemauan untuk memberikan yang terbaik kepada Ibu Pertiwi.
     
Sudah terlalu lama sepak bola kita menderita karena dipenuhi oleh orang-orang yang menonjolkan egonya. Mari kita kembalikan lagi semua kepada kemauan bersama mengembalikan kebesaran sepak bola kita.



©MetroTVNews.com

Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
fatma,
Selasa, 17-Mei-2011

duh, indonesia g bosan bosanny y bersiteru...g capek apa?emang g bisa menyelesaikanny dengan kepala dingin.knapa harus saling tuding menuding?toh g selesai jg masalahny,yg ad makin "meleber" kemana-mana..katany kompeten di bidangny,tp kq jalan ditempat...!!!!!!
 
core,
Sabtu, 14-Mei-2011

PSSInya udah bukan untuk NKRI tapi buat judi
 
Rakyat blangsak,
Jumat, 13-Mei-2011

FIFA lagi FIFA lagi, PSSI itu keberadaannya ditentukan oleh rakyat bangsa Indonesia bukan ditentukan oleh bangsa FIFA, selesaikan organisasi PSSI dengan baik dan cepat, kalau sudah selesai lapor kepada pemerintah selaku penanggung jawab dan seterusnya lapor ke bangsa FIFA, jangan ingah - ingih dan berebut pengaruh seperti orang bodoh. Jangan takut tidak diakuin FIFA. FIFA itu salah satu organisasi besar yang anggotanya mencakup seluruh dunia yang antar anggota punya hubungan baik. Masa iya sih kalau organisasi PSSI yang sudah diperbaiki dengan baik masih juga ditolak oleh FIFA kalau masih ditolak berarti PSSI tidak punya deplomator yang handal. Alias goblok semua. Tuh pinjam Jubirnya Bapak Presiden yang fasih berbicara, demi PSSI pasti diperbolehkan ....... malu2in anak putu ....
 
Willie Dann,
Jumat, 13-Mei-2011

Urusan PSSI serahkan sama " Mantan Pemain PSSI dan Pemain PSSI " mereka yang mengerti dan paham aturan dan cara main sepakbola yang benar. Mau jadi pengurus PSSI .....?? Standard Rumput Lapangan Sepakbola saja tak tahu...Buktinya.... Lihat sendiri lapangan bola di kota anda !
 
Golput,
Jumat, 13-Mei-2011

Eh masalah PSSI kok ber larut2 nggak ada titik temunya? Ada apa sih? Cobalah semua pihak duduk bersama untuk berembuk. Kalau anda ada niat dan kemauan serta mau mengunci rapat2 semua kepentingan baik kepentingan pribadi maupun kawan2 dan atau organisasi, insya'allaah titik temu itu akan didapat. Karena PSSI adalah milik seluruh rakyat bangsa Indonesia, maka realisasikan kepemilikan tersebut. Jangan dibussiniskan apalagi dibawa ke ranah perpolitikan. Sepertinya kita ini tidak bisa mengelola suatu organisasi demgan baik ... semua2 harus ribut .... kalau keributan ini demi kebaikan itu yang kita dambakan .... bukan malah jegal2 an ..... persis 5 .... yang diikat ekornya menjadi satu dan didepannya diberikan santapan yang menggiurkan sehingga tarik menarik guna dulu2 an menyantap ...... memalukan ..... Bravo PSSI ........