SBY Marah Pada Pemindahan Angie

Metro View | Kamis, 16 Februari 2012 21:55 WIB

Suryo
Suryopratomo

PESAN itu disampaikan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Mallarangeng. Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono menegur Ketua Umum dan Ketua Fraksi Partai Demokrat atas langkah yang tidak cerdas untuk memindahkan tersangka kasus korupsi Wisma Atlet Angelina Sondakh dari Komisi X ke Komisi III DPR.

Kita beri catatan khusus kasus ini, karena sepantasnyalah SBY marah atas langkah yang dilakukan para kadernya di Partai Demokrat. Bagaimana anggota yang sedang menjadi sorotan masyarakat berkaitan dengan kasus korupsi, justru dipindahkan ke komisi yang menangani masalah hukum.

Langkah itu pasti akan semakin memerosokkan citra Partai Demokrat. Padahal hasil survei beberapa lembaga menunjukkan terpuruknya citra Partai Demokrat karena tindak korupsi yang dilakukan beberapa kader partai tersebut.

Pengalaman menunjukkan bahwa masyarakat paling membenci tindak korupsi terutama yang dilakukan kader partai. Pada Pemilihan Umum 1999, rakyat tidak mau memilih Golkar yang sedang berkuasa, karena citra korupsi yang kuat melekat pada partai tersebut.

Di Pemilu 2004, rakyat menghukum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang memenangi Pemilu 1999, karena maraknya isu korupsi yang melibatkan partai itu. Saat Pemilu 2009, orang memberi kepercayaan kepada Partai Demokrat karena kampanye antukorupsi yang selalu didengungkan.

Namun kini beberapa orang yang ikut meneriakkan kampanye antikorupsi itu justru terlibat dalam tindakan yang mereka sebenarnya anjurkan. Kekecewaan masyarakat itu dicerminkan bukan hanya dalam bentuk komentar langsung, tetapi dari pooling yang dilakukan lembaga survei.

SBY tentu membaca semua fakta-fakta itu. Saat jumpa pers seusai bertemu sembilan deklarator di Cikeas, SBY mengatakan bahwa dirinya menerima hasil survei yang dilakukan beberapa lembaga. Karena itu ia meminta seluruh kader Partai Demokrat untuk melakukan koreksi dan konsolidasi ke dalam.

Dengan pengarahan seperti itu, wajarlah apabila SBY marah dengan apa yang dilakukan pimpinan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat. Mereka tidak mampu membaca tanda-tanda dan tidak peka terhadap realitas yang terjadi.

Penolakan yang dilakukan anggota Komisi III DPR terhadap kehadiran Angie di komisi mereka, akan menjadi kampanye yang buruk bagi Partai Demokrat. Partai Demokrat seakan diposisikan sebagai partai yang mendukung para koruptor.

Demi menjaga nama baik partai, seharusnya Partai Demokrat bertindak lebih tegas. Apalagi berulangkali disampaikan bahwa Partai Demokrat tidak akan melindungi anggotanya yang terlibat dalam tindak korupsi.

Sekarang Angie bahkan sudah dinyatakan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Pihak Partai Demokrat selalu mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan internal ketika anggotanya sudah dinyatakan sebagai tersangka oleh lembaga penegak hukum.

Sungguh aneh jika pimpinan Fraksi Demokrat tidak komit dengan sikap yang selama ini mereka utarakan. Bahkan tidak tanggung-tanggung justru menempatkan orang yang diduga terlibat dalam korupsi di komisi yang menangani masalah hukum.

Partai Demokrat seharusnya berani menghukum anggotanya yang terlibat dalam perbuatan tercela. Hanya dengan sikap tegas seperti itulah Partai Demokrat akan bisa mendapatkan kembali dukungan dari para pemilihnya.

Dengan sikap tidak tegas dari Partai Demokrat tidak usah heran apabila para anggotanya tidak pernah mau berkaca diri dan merasa bersalah. Apa yang diperlihatkan Angie saat menjadi saksi dalam persidangan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin akan membuat nama partai semakin tersandera oleh isu korupsi.

Kita bisa mengerti apabila Angie memilih untuk berbohong. Demi nasibnya di depan hukum, ia pantas untuk membela diri. Namun pembelaan yang tidak sesuai dengan logika, hanya akan membuat dirinya semakin tidak berharga dan nama baik partai akan semakin terpuruk.

Permainan untuk menghancurkan nama baik partai belumlah berakhir. Partai Demokrat belum menemukan jalan untuk bisa memutus mata rantai yang memurukkan citra mereka. Padahal Pemilu 2014 tidak lama lagi akan dilangsungkan. Inilah yang seharusnya membuat para kader memikirkan cara terbaik untuk menyelamatkan masa depan mereka.



©MetroTVNews.com

Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
doddy,
Jumat, 2-Maret-2012

ANGIE dengan berbohong di persidangan km bs lolos. tp di AKHIRAT km tdk akan lolos.MBAK ANGIE MENDINGAN JD WANITA PENGHIBUR TUBUHMU KAN MULUS.By COPET
 
doddy,
Jumat, 2-Maret-2012

Itu hy sandiwara susilo.90% dn kampanye demokrat di biayai dr hsl korupsi.buktinya BUDIONO.DEMOKRAT PARTAI TAI KUCING
 
mahmud alquShori,
Rabu, 29-Februari-2012

Katakan salah kalau mmng salah, katakan benar kalau itu benar, jgn jd pengecut. Saat kampenye penggembor2 brAntas korupsi, kenyataannya situ sndri yg kurupsi, jd orang jangan pendusta anggi.. Pengecut, rkyt bth kesejahteraan bkn omong kosong saat kampanye. Bubarkan partai demokrat, krn trlu bnyk rantaian korupsi yg tak kunjung usai. Trms
 
Sarkawi,
Selasa, 28-Februari-2012

Jangan di pindahin itu enji, yang tepatnya di pecat klau memang terbukti.
 
brian,
Senin, 27-Februari-2012

Org bodohpun akn mncibir, bhkn muak, dgn tndakan ketua umum dn ktua fraksi partai demokrat yg mmindahkn angie ke komisi hukum. Org2 macan inikah yg diprcaya mnjadi kader demokrat? So... SAY NO to DEMOKRAT dlm pmilu 2014!!!! Krn PD tlh mmbuat bngkrut akibt brbagai kasus korupsi yg mlibtkn kadernya...