NEWSTICKER

Program Food Estate di Kalimantan Wujudkan Merdeka Pangan

4 August 2022 06:07

Jelang 77 tahun Indonesia merdeka, upaya mencapai merdeka pangan terus dilakukan jaminan ketahanan dan pemenuhan kebutuhan pangan terus jadi sorotan publik ditengah ancaman krisis pangan global akibat pandemi covid-19 dan perang Rusia-Ukraina. Di era modern seperti sekarang, kemerdekaan identik dengan ekonomi dan kemandirian suatu bangsa dan kemerdekaan pun bisa memiliki dimensi lebih luas yakni dapat dimaknai dalam konteks sektor pertanian.

Kemerdekaan di sektor pertanian dapat dimaknai kepemilikan kendali atas pemanfaatan sumber daya alam dan pemenuhan pangan rakyat. Merdeka pangan tidak lepas dari konsep ketahanan pangan dan kedaulatan pangan. Melihat kekhawatiran publik tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan anggaran ketahanan pangan di 2022 mencapai RP76,9 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk peningkatan keterjangkauan dan kecukupan pangan hingga pengembangan food estate.

Airlangga menjelaskan ketahanan pangan dalam agenda pembangunan nasional tahun 2022-2024 akan memprioritaskan program peningkatan ketersediaan akses serta kualitas konsumsi pangan nantinya anggaran tersebut diarahkan untuk peningkatan keterjangkauan dan kecukupan pangan yang beragam, berkualitas, bergizi dan aman. Peningkatan produktivitas dengan mendorong penguatan penggunaan teknologi serta penguatan sistem pangan berkelanjutan.

Program Food Estate yang dikomandani Kementerian Pertanian sukses mendorong swasembada pangan di dua kabupaten di Kalimantan Tengah, dua kabupaten tersebut yakni Kapuas dan Pulau Pisang. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa melalui program pengembangan Food Estate pemerintah berupaya mencukupi kebutuhan pangan masyarakat nasional dengan pengembangan multikomoditas sehingga saat panen semua kebutuhan bisa terpenuhi baik komoditas tanamam pangan seperti padi, holtikultural, perkebunan, maupun ternak.