NEWSTICKER

Kuota Menipis, Harga BBM Bersubsidi Harus Dinaikkan?

28 August 2022 05:30

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyebut kuota BBM jenis Solar dan Pertalite diprediksi akan habis pada Oktober 2022 jika penggunaanya tidak dibatasi sehingga perlu kalkulasi ulang untuk mencari solusi terbaik. Sementara itu pengamat energi, Kurtubi menilai Pemerintah jangan terburu buru menaikkan harga BBM karena subsidi saat ini mampu menekan inflasi dalam negeri pada level yang rendah.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi selama ini tidak tepat sasaran hingga Pemerintah harus menambah anggaran subsidi dan kompensasi energi sebesar Rp502,4 triliun pada 2022. Sayangnya subsidi BBM tersebut justru sebagian besar dinikmati oleh kalangan mampu.

Untuk subsidi BBM jenis Solar, 89 persen dinikmati dunia usaha, sementara 11 persen sisanya dinikmati kalangan rumah tangga. Dari 11 persen tersebut, 95 persen diantaranya rumah tangga mampu dan hanya lima persen dari kalangan rumah tangga tak mampu.

Sementara untuk subsidi BBM jenis Pertalite, 86 persen dinikmati kalangan rumah tangga, 80 persen diantaranya rumah tangga mampu dan hanya 20 persen rumah tangga tak mampu. Sedangkan 14 persen sisanya dinikimati oleh kalangan dunia usaha.

Dengan kondisi tersebut, Sri Mulyani menyatakan perlu ada kalkulasi ulang termasuk dengan penyesuaian manfaat subsidi bbm untuk masyarakat. Meskipun sudah mengumumkan tingginya nilai subsidi BBM jenis Solar dan Pertalite, namun hingga saat ini pemerintah belum memutuskan untuk menaikkan harga BBM. Pemerintah masih melakukan mempertimbangkan banyak faktor untuk menemukan solusi terbaik.