NEWSTICKER

Aksi Tawuran di Ibu Kota Marak Terjadi, Warga Resah

5 September 2022 16:32

Aksi tawuran antarkelompok warga marak terjadi di Ibu Kota. Dalam kurun waktu satu hari, terjadi dua tawuran yang melibatkan remaja. Aksi tawuran ini meresahkan masyarakat sekitar.
 
Aksi tawuran yang melibatkan sejumlah kelompok pemuda kembali terjadi dan meresahkan warga pada minggu (4/9/2022). Aksi tawuran tersebut terjadi di dua wilayah berbeda di DKI Jakarta yakni Johar Baru, Jakarta Pusat dan Manggarai, Jakarta selatan.

Aksi saling serang antar dua kelompok pemuda terjadi di jalan Kramat Pulo Gundul, Johar Baru, Jakarta Pusat, minggu sore viral di media sosial. Selain mencoba menjatuhkan lawan, sekelompok pemuda berbekal senjata tajam, botol, kayu dan batu juga menjarah warung makan dan membawa kabur uang tunai sekitar satu juta rupiah.

Aksi tawuran terjadi saat sekelompok warga tiba tiba melakukan penyerangan tanpa sebab terhadap kelompok pemuda asal tanah tinggi.

Polisi yang tiba di lokasi, langsung melakukan pengamanan. Sebuah pintu gerbang pemisah kampung di sebuah jembatan kecil pun ditutup, untuk memisahkan dua kelompok yang bertikai.

masih di hari yang sama, dua kelompok warga terlibat aksi tawuran di underpass manggarai, Jakarta Selatan, minggu kemarin. Tawuran yang menggunakan batu hingga senjata tajam membuat arus lalu lintas terganggu.

Menurut warga sekitar, tawuran tersebut sering terjadi dan meresahkan masyarakat. Bahkan dalam satu minggu, kelompok tersebut sudah tawuran dua kali.

Warga yang resah atas peristiwa tersebut berharap agar tawuran tidak terjadi dan meminta pengamanan dari aparat kepolisian diperketat.
 
Sebagai tindak lanjut, kepolisian tempatkan personilnya di lokasi tawuran antar dua kelompok remaja di Manggarai.

Kepolisian juga sudah bertemu para tokoh masyarakat untuk mengantisipasi adanya tawuran susulan, bahkan jika ada tindak pidananya kepolisian akan bertindak tegas terhadap dua kelompok yang terlibat.

Tidak hanya meresahkan warga, aksi tawuran tentunya juga membahayakan masyarakat setempat dan mengganggu arus lalu lintas. Berbagai pendekatan serta tindakan tegas harus dilakukan oleh otoritas agar aksi kekerasan ini tidak terjadi lagi.

Perlu diketahui, aksi tawuran yang tersebar disejumlah wilayah terus berulang dan terjadi di wilayah yang sama. Menurut catatan fakto-faktor yang menjadi penyebab tawuran diantaranya yaitu krisis identitas, kontrol diri yang lemah serta kurangnya pengawasan dari orang tua. 

Dalam kasus tawuran ini, polisi berhasil menemukan berbagai senjata tajam seperti parang, golok, samurai bahkan celurit. Bahkan polisi juga menemukan minuman keras (Miras) hingga Narkoba. 

Maraknya tawuran yang terjadi dikalangan remaja khususnya di Jakarta pada saat ini, ancaman hukuman mengiantai bagi pelaku tawuran yaitu dalam Pasal 170 KUHP dengan ancaman 5-9 tahun penjara apabila mengakibatkan kekerasan, luka ringan serta luka berat. Demikian pula bisa dipenjara 12 tahun penjara apabila melakukan kekerasan hingga kematian.

Penyebab tawuran yang sudah diketahui seharusnya menjadi rumusan untuk membentuk sistem pencegahan baik dari lingkungan keluarga, sosial hingga lingkungan sekolah.