NEWSTICKER

Ironi, Nasib Pengungsian Korban Gempa Cianjur

29 November 2022 06:13

Ancaman penyakit menjadi hal yang paling ditakutkan oleh para pengungsi korban gempa Cianjur, mengingat kondisi pengungsian yang tidak layak, terlebih saat hujan turun. Pengungsi mengeluhkan sejumlah penyakit dan minimnya fasilitas kenyamanan di pengungsian.

Segala upaya dilakukan untuk menyelamatkan korban gempa dengan melibatkan sejumlah pihak, baik aparatur TNI-Polri, Basarnas, BPBD, Pemda Jawa Barat dan Pemkab Cianjur. Jumlah korban pun terus bertambah seiring dengan masa tanggap darurat yang telah diberlakukan.

Meski pemerintah telah berupaya maksimal, nyatanya penderitaan masih dirasakan sejumlah warga yang kini terpaksa harus tinggal di pengungsian dengan kondisi seadanya.
 
Salah satunya di Kampung Gunung Lanjung 2 RW 7 Desa Cijedil, Cianjur, Jawa Barat. Di lokasi ini ratusan warga masih bertahan di posko pengungsian meski dalam kondisi yang memprihatikan. Kondisi posko pengungsian yang becek jika hujan turun, menambah derita para pengungsi. Sejumlah pengungsi pun harus membuat aliran air darurat agar tenda tempat mereka mengungsi tidak kebanjiran.

Tak hanya itu, minimnya tingkat kenyamanan dan keselamatan menjadi salah satu faktor yang dikhawatirkan bagi para pengungsi. Warga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah agar mereka bisa mendapatkan tenda yang jauh lebih layak agar terhindar dari potensi penyakit yang timbul selama mengungsi.

Hingga kini, jumlah pengungsi terus bertambah seiring dengan makin terbukanya sejumlah lokasi gempa yang tadinya terisoliasi akibat terdampak gempa. Ironisnya banyak dari para pengungsi adalah lansia, anak-anak dan ibu hamil.

Para korban gempa berharap agar mereka bisa lebih diperhatikan dan bisa kembali hidup layak dan bangkit dengan bantuan dana rehabilitasi dan recovery dari pemerintah. Masyarakat bisa lebih terpuruk jika tidak ada kepedulian dan uluran tangan dari pemerintah.