NEWSTICKER

Korlantas Polri: Odong-odong Tidak Untuk di Jalan Raya

28 July 2022 16:10

Odong-odong adalah wahana permainan anak-anak yang tidak memenuhi syarat keselamatan dan keamanan untuk digunakan di jalan umum atau jalan raya. Meski dasarnya adalah kendaraan bermotor, odong-odong hanya diperkenankan beroperasi di dalam lingkungan tempat wisata.

"Hanya boleh beroprasi di tempat wisata, dan harus melalui proses uji tipe," kata Kasubditlaka Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes C.F. Hotman Sirait. 

Unsur yang membuat odong-odong tidak layak disebut alat tranportasi di jalan raya adalah tidak adanya perangkat keamanan bagi penumpangnya. Mayoritas odong-odong malahan tidak memiliki daun pintu dan dinding utuh yang setidaknya dapat mencegah penumpangnya terlempar keluar.

"Modifikasi bentuk dengan las sekedarnya, semakin membuat odong-odong tidak layak digunakan di lalu lintas umum," imbuh Hotman Sirait. 

Kepada bengkel-bengkel las, diingatkan agar tidak sembarangan melayani permintaan modikasi sebuah kendaraan menjadi odong-odong. Pelanggarnya dapat dikenai sanksi pidana satu tahun penjara atau denda Rp24 juta sebagaimana dinyatakan dalam pasal 277 UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 

Pernyataannya di atas menanggapi tertabraknya sebuah odong-odong oleh KA di sebuah perlintasan tak resmi tanpa palang pintu di Serang, Banten. Tiga dari sembilan korban tewas di tempat adalah anak-anak penumpang wahana permainan tersebut. Belasan penumpang yang lain mengalami luka-luka parah. 

Kepada polisi, pengemudi odong-odong mengaku tidak mendengar peringatan warga bahwa ada rangkaian KA yang sedang melaju mendekati perlintasan tanpa palang pintu yang sedang dilaluinya. Pengemudi tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.