NEWSTICKER

Jokowi Marah Soal Birokrasi Imigrasi yang Lamban, KSP : Ubah Dari Metode Lama ke Metode Baru

12 September 2022 06:13

Tenaga Ahli Utama Depitu V KSP, Ade Irfan Pulungan mengatakan, Presiden Jokowi membuka rapat terbatas kebijakan visa kunjungan di Istana Merdeka Pada Sabtu (10/9/2022)  dikarenakan Presiden Jokowi marah lantaran birokrasi pengurusan visa kunjungan dan Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas) banyak dikeluhkan investor dan turis. Jokowi juga mengevaluasi kinerja imigrasi yang dinilai menggunakan metode lama.

"Itu sebuah arahan dan evaluasi terhadap kinerja imigrasi yang tentunya dari semua itu Presiden banyak menerima masukan, keluhan, pengaduan terhadap sistem kerja imigrasi untuk bisa berubah dari metode lama ke metode baru" ujar Ade Irfan Pulungan, Tenaga Ahli Utama Depitu V KSP.

Ade juga mengatakan, Presiden Jokowi malu dengan adanya  keluhan investor dan turis soal pengurusan visa kunjungan dan Kitas yang menyulitkan. Ade menegaskan, Seharusnya imigrasi bisa melihat lebih jauh potensi kontribusi para investor saat pengurusan visa. Sebab investasi bisa berdampak positif pada perekonomian, lapangan kerja baru hingga ekspor.

"Presiden selalu mendapatkan informasi, laporan, pengaduan dari masyarakat terhadap kinerja aparatnya. Hal seperti ini selalu diingatkan selalu dievaluasi oleh Presiden untuk aparatnya bisa bekerja lebih cepat melayani kebutuhan-kebutuhan yang ada" tutur Ade Irfan Pulungan, Tenaga Ahli Utama Depitu V KSP.

Ade juga mengungkap, arahan dari Presiden kepada Menteri Hukum dan HAM untuk bisa meningkatkan tatanan. Presiden Jokowi juga sempat meminta Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly untuk mencopot Dirjen hingga staf jika tidak bisa melakukan perbaikan birokrasi pengurusan visa kunjungan dan Kitas.