NEWSTICKER

Menjaga Pengalihan Subsidi BBM Tepat Sasaran

5 September 2022 05:13

Pemerintah secara resmi mengumumkan pengalihan subsidi BBM dengan penyesuaian harga. Pengalihan ini agar subsidi yang diberikan pemerintah menjadi lebih tepat sasaran.

Pemerintah berupaya untuk menaikkan harga BBM agar tetap terjangkau, namun subsidi dan kompensasi BBM tahun ini meningkat hingga mencapai Rp502,4 triliun. Hasil evaluasi didapatkan bahwa 70% subsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu.

Dengan pengalihan subsidi BBM, pemerintah menambahkan bantalan sosial bagi masyarakat. Pertama, bantuan tunai langsung (BLT) sebesar Rp12,4 triliun kepada 20 juta keluarga kurang mampu, nominalnya sebesar Rp150 ribu perbulan dan akan diberikan selama empat bulan mulai September 2022.

Selain BLT, ada bantuan subsidi gaji atau upah sebesar Rp9,6 triliun untuk 16 juta pekerja. Upah yang diberikan adalah Rp600 ribu untuk pekerja dengan gaji maksimum Rp3,5 juta. Di samping itu, ada dana transfer umum ke pemerintah daerah sebesar Rp2,17 triliun untuk bantuan angkutan umum, ojek online dan nelayan.

"Uang negara itu harus diprioritaskan untuk memberikan subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu. Saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM. Sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian," ujar Presiden Joko Widodo.

Menteri Sosial, Tri Rismaharini memastikan penyaluran bantuan ini akan terus dievaluasi agar tepat sasaran. Ia memastikan akan terus memperbarui data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) untuk menjamin penyaluran bantuan.