NEWSTICKER

KPK Lugas Buru Lukas

29 September 2022 06:23

Polemik Gubernur Papua memiliki harta tambang sehingga bisa berpelisir dan berjudi bukan alasan KPK untuk menghentikan dugaan korupsi. Menurut KPK, Lukas Enembe harus membuktikan di pengadilan apakah dirinya benar atau tidak. 

Pengusutan dugaan gratifikasi Gubernur Papua Lukas Enembe menjadi polemik karena Lukas masih mangkir untuk diperiksa di KPK seraya menyerang balik KPK dengan isu politisasi perkara. Tentu saja tuduhan politisasi perkara dibantah KPK. Bahkan KPK menegaskan Lukas bisa membuktikannya dirinya bersalah atau tidak adalah di persidangan. 

Seperti diketahui, Lukas telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Salah satu perkara yang didalami KPK adalah aliran uang Lukas ke rumah judi di Singapura. KPK menemukan pihak yang menjadi penghubung Lukas Enembe dengan rumah judi di Singapura. Karena itu KPK memblokir rekening Lukas Enembe senilai Rp71 miliar. 

Selain itu ada setoran tunai ke kasino setara dengan Rp560 juta dan pembelian perhiasan dan jam tangan setara Rp825 juta lebih. Menyoal harta ini, kuasa hukum Lukas menyebut kliennye memiliki tambang emas di wilayah Mamid, Papua.