NEWSTICKER

Mampukah KLB PSSI Mereformasi Sepak Bola Indonesia?

30 October 2022 05:55

Anggota TGIPF Anton Sanjoyo menyebut pasca-tragedi Kanjuruhan masyarakat menuntut untuk melakukan reformasi total di kepengurusan PSSI, Minggu (30/10/2022). Namun, PSSI terkesan menghindar dari kesalahan dan para pengurus bersikeras mempertahankan jabatan mereka.

Dukungan agar PSSI segera melakukan KLB semakin menguat di antara klub-klub anggota PSSI. Diawali Aremania, Persis Solo dan suporter mereka Pasoepati, kini PSM Makassar dan Sriwijaya FC turut memberikan dukungan agar PSSI segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menentukan kelanjutan organisasi setelah pemerintah mengeluarkan seruan moral agar pengurus PSSI mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban tragedi Kanjuruhan.

Menurut Anton Sanjoyo KLB merupakan strategi PSSI untuk menghindar dari tanggung jawab moral dan tanggung jawab formal terhadap tragedi Kanjuruhan. Tidak ada yang bisa memastikan PSSI akan melakukan perubahan setelah KLB digelar.

"Saya melihat KLB ini sebetulnya adalah cara mereka (PSSI) untuk menghindar dari yang pertama, tanggung jawab moral, dan tanggung jawab formal terhadap tragedi Kanjuruhan. Kedua, menghindari aspek pidana dan yang ketiga cara mereka kembali menggulirkan Liga 1,2,3," ucap Anton, Minggu (30/10/2022).

KLB yang diinisiasi oleh Exco PSSI sangat dipertanyakan dan diragukan oleh masyarakat, karena dinilai tidak menimbulkan dampak apapun. KLB juga seakan-akan dibuat melalui mekanisme yang ideal, padahal ini semua hanya untuk menyelamatkan para pengurus PSSI.

Sebelumnya, PSSI memutuskan untuk mempercepat proses Kongres Luar Biasa (KLB) buntut tragedi Kanjuruhan, usai menggelar Exco Emergency Meeting, Jumat (28/10/2022) malam.