NEWSTICKER

Peluang Parpol Baru dalam Pemilu 2024, Prediksi Pengamat: Hanya 1 Lulus Seleksi

3 August 2022 07:12

Di dalam sejarah pemilu semenjak era Reformasi 1998, 'nasib' partai-partai politik baru cenderung suram. Hanya satu atau dua yang mampu meraih suara dukungan sesuai ambang batas parlemen dan naik level sebagai parpol kelas menengah.

"Setelah beberapa pemilu, tidak pernah terjadi ada tiga parpol baru langsung melampaui ambang batas parlemen dan bisa bertahan," ujar peneliti senior NetGit, Hadar Nafis Gumay.

Kecenderungan serupa diperkirakan masih berlanjut dalam Pemilu 2024. Peluang terbaik hanya ada satu parpol baru yang perolehan suaranya mampu bisa menembus ambang parlemen, dan lain bahkan mungkin tidak lulus seleksi awal KPU.

Hadar Nafis Gumay mengingat bahwa tahapan awal terberat yang harus dilalui parpol baru adalah verifikasi faktual mengenai kepengurusan di daerah. Di dalam tahapan setelah penyerahan berkas pendaftaran, tim KPU secara acak dan mendadak menemui langsung jajaran pengurus di setiap jenjang. 

Tim KPU akan verifikasi alamat kantor kepengurusan, status bagunan hingga jumlah anggota yang diklaim. Bila ada yang tidak sesuai data dokumen pendaftaran atau bahkan fiktif, parpol yang bersangkutan semakin terancama tidak lulus seleksi sebagai calon peserta Pemilu 2024.

Ada sejumlah parpol baru yang akan mencoba peruntungannya dalam Pemilu 2024. Beberapa di antaranya adalah parpol baru yang didirikan dan dipimpin oleh mantan tokoh politik yang pernah menjadi anggota parpol lama, tiga di antaranya: 

- Partai Ummat: didirikan Amien Rais (PAN) dan dipimpin Ridho Rahmadai (menantu Amien Rais).
- Partai Gelora: didirikan serta dipimpin oleh Anies Matta, Fahri Hamzah dan Mahfiudz Shiddiq yang semuanya mantan petinggi PKS.
- Partai Kebangkitan Nusantara (PKN): didirikan oleh Anas Urbaningrum dan dipimpin I Gede Pasek Suardika yang keduanya adalah mantan politisi Partai Demokrat.