NEWSTICKER

Menguak Misteri Kasus Kematian Brigadir J dari Forensik Digital

28 July 2022 07:33

Setelah autopsi ulang pada Rabu (27/7/2022) kini rekaman CCTV di sekitar kediaman Irjen Pol Ferdy Sambo hingga perjalanan dari Magelang ke Jakarta dan jejak komunikasi handphone milik semua pihak yang berada di sekeliling Brigadir J akan menjadi perhatian Komnas HAM dan Kepolisian.

Mantan Kabareskrim Polri Ito Sumardi menyatakan secara normatif CCTV dapat dipergunakan sebagai alat bukti yang sah, selama CCTV tersebut mempunyai keterkaitan antara keterangan saksi-saksi dan alibi seseorang. Berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, rekaman CCTV bisa dijadikan alat bukti yang menjadi pedoman seiring dengan perkembangan dalam penanganan kasus-kasus kejahatan saat ini. Ia menambahkan dengan adanya rekaman CCTV dapat menjadi benang merah dari suatu kejadian. 

Ito Sumardi yakin Komnas HAM akan mendapatkan keyakinan dari hasil pemeriksaan dan penjelasan yang transparan, karena kasus ini telah menjadi perhatian publik dan juga perhatian Presiden Joko Widodo. 

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengatakan Ia diperlihatkan 20 video dari 27 titik yang menjelaskan perjalanan dari Magelang sampai Jakarta dan di sekitar TKP. Ia menambahkan kualitas rekaman video yang diperlihatkan berbeda, namun masih bisa teridentifikasi. 

Komnas HAM mengaku hanya fokus pada dua hal yaitu CCTV dan handphone serta dugaan peretasan ponsel menjadi salah satu fokus pemeriksaan. Sementara itu, Komnas HAM akan meminta keterangan beberapa orang yang dekat dengan Irjen Pol Ferdy Sambo dan meminta keterangan dari Irjen Pol Ferdy Sambo beserta istrinya. Komnas HAM juga akan menunggu hasil autopsi ulang Brigadir serta mengkonfirmasi keterangan dari satu orang dengan yang lainnya.