NEWSTICKER

Pakar Siber Desak RUU Perlindungan Data Pribadi Disahkan & Beri Sanksi Berat

3 September 2022 07:31

Belum lama ini, data kebocoran kembali terjadi pada data registrasi SIM Card sebanyak 1,3 miliar. Pakar Siber dari Lembaga Riset Siber Indonesia (CISSRec), Pratama Dahlan Persadha meminta RUU Perlindungan Data Pribadi untuk segera disahkan serta memberikan sanksi berat bagi penyelenggara sistem elektronik (PSE) dan para peretas. 

Menurutnya, kasus kebocoran data terus terjadi akibat PSE tidak mengamankan sistemnya dengan maksimal. Pratama berharap, RUU PDP dapat segera disahkan dengan menghadirkan sanksi yang berat. Sebab, hukuman saat ini yang tercantum dalam PP Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi Elektronik, dan Permenkominfo Nomor 20 tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dinilai kurang maksimal. 

"Hukumannya kalau menurut saya kayak hukuman anak SD. Yang pertama diperingatkan secara lisan, yang kedua diperingatkan secara tertulis, yang ketiga dihentikan sementara jika terjadi kebocoran, yang keempat diumumkan di platform online, (sedangkan) skema dendanya belum ada," ujar Pratama. 

Selain kebocoran data, data pengguna pribadi juga dapat dibaca oleh PSE yang rawan disalahgunakan. Maka, dengan adanya RUU PDP diharapkan dapat mencegah kebocoran data, dan masyarakat juga memiliki hak untuk menuntut ganti rugi.