NEWSTICKER

Harga BBM Naik, Target Subsidi Bisa Tepat Sasaran?

4 September 2022 07:32

Pemerintah telah mengumumkan kenaikan harga BBM akibat bengkaknya anggaran subsidi dan kompensasi energi yang mencapai Rp502,4 triliun. Tenaga Ahli Utama Bidang Perekonomian KSP, Edy Priyono mengatakan meskipun harga BBM bersubsidi dinaikkan, bukan berarti penikmat subsidi menjadi tepat sasaran. Menurutnya, penikmat BBM subsidi seperti jenis Pertalite, masih dikonsumsi secara merata. Padahal, Pertalite hanya boleh dinikmati oleh masyarakat miskin. Maka, seharusnya pemerintah dapat menargetkan pemberian subsidi untuk orang, bukan untuk barang.  

"Selama masih ada subsidi dan kompensasi untuk BBM, maka selama itu pula masih ada potensi yang cukup besar untuk tidak tepat sasaran," ujar Edy. 

Hal serupa juga terjadi pada gas LPG tiga kilogram yang masih dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas. Maka agar tepat sasaran, pemerintah mengalokasikan dana subsidi dalam bentuk bansos lain. 

"Oleh karena itu, kita kurangi nilai subsidinya. Kita alihkan anggarannya kepada bantuan sosial lainnya, bagi kelompok menengah ke bawah," jelas Edy. 

Edy menambahkan, meskipun harga BBM bersubsidi dinaikkan, bukan berarti anggaran subsidi dalam keadaan normal. Anggaran akan tetap naik, namun tidak separah jika tidak dilakukan penyesuaian harga kenaikan BBM bersubsidi. Sebab, pemerintah telah menghitung penyesuaian harga BBM subsidi akan mengakibatkan kenaikan inflasi sekitar 1,8%.