NEWSTICKER

ICW: 20 Hakim Terjerat Korupsi Sejak 2012 hingga 2019

10 November 2022 21:37

Satu lagi hakim agung MA disebut terjerat kasus korupsi dan ditangkap KPK. Berdasarkan data Indonesia Corruption Watch (ICW), ada 20 hakim yang menjadi mafia peradilan sejak 2012 hingga 2019. 

KPK kembali menjerat hakim agung berinisial GS. Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap penanganan perkara MA yang menjerat Sudrajat Dimyati. Selain GS, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya. 

Penangkapan GS menambah panjang daftar hakim agung yang terjerat praktek lancung. Pada awal 2022, KPK menetapkan hakim Pengadilan Negeri Surabaya Itong Isnaini Hidayat sebagai tersangka dugaan suap pengurusan perkara di PN Surabaya. 

Hakim pertama yang terjerat kasus korupsi adalah hakim PN Jakarta Selatan, Herman Allositandi. Ia ditangkap pada Januari 2006. Herman dinyatakan terbukti melakukan penyalahgunaan jabatan karena memeras saksi perkara korupsi di PT Jamsostek. Herman diganjar pidana penjara 4,5 tahun dan denda Rp200 juta. 

Lalu pada 2 Oktober 2013, KPK menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar melalui OTT. Akil kemudian dinyatakan terbukti bersalah menerima hadiah atau janji atas pengurusan sengketa pemilihan kepala daerah dan tindak pidana pencucian uang. Majelis hakim menjatuhkan vonis seumur hidup kepada Akil Mochtar di Pengadilan Tipikor Jakarta, 30 Juni 2014. 

Kemudian pada 25 Januari 2017, KPK menangkap hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar. Mantan politisi PAN ini terbukti menerima suap soal perkara uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Patrialis dijatuhi pidana delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta. 

Penangkapan hakim-hakim ini secara tidak langsung memperlihatkan kondisi lembaga kekuasaan kehakiman yang memprihatinkan.