NEWSTICKER

Nasib Pesantren Peradaban yang Dibangun ACT Masih Terkatung-katung

30 July 2022 09:52

Aliran penggelapan dana ahli waris Boeing oleh ACT diduga digunakan untuk pembangunan pesantren di Tasikmalaya, Jawa Barat yang menghabiskan dana hingga Rp5,3 miliar. 

Pesantren Peradaban yang diresmikan oleh mantan Presiden ACT Ahyudin pada 2018 ini memiliki dibangun di lahan seluas enam hektare. Sekolah ini memiliki fasilitas lengkap seperti lapangan basket, 12 ruang asrama putri , 10 rumah untuk guru, dan delapan kelas berlantai dua untuk kegiatan belajar mengajar. Namun sejauh ini, pesantren tersebut baru memiliki satu angkatan yang terdiri dari 78 murid serta 21 orang pegawai. Dengan adanya kasus ini, pihak sekolah belum bisa memastikan kelanjutan kegiatan belajar mengajar.

Yayasan Aksi Cepat Tanggap diketahui menerima dana ahli waris korban Lion Air JT-610 dari Boeing sebesar Rp138 miliar, namun Rp34 miliar dari dana tersebut digunakan tidak sesuai peruntukkan, salah satunya membangun SMA Pesantren Peradaban.