NEWSTICKER

Tantangan Indonesia Wujudkan Merdeka Energi

5 August 2022 06:07

Kedaulatan energi merupakan hak suatu negara dan bangsa untuk secara mandiri menentukan kebijakan pengelolaan energi guna mencapai ketahanan dan kemandirian energi yang prinsipnya kebijakan serta tata kelola energi nasional direncanakan, dibuat, dan dilaksanakan secara mandiri. Pada November 2021, Presiden Joko Widodo dalam agenda COP 26 Climate Change Summit di Glasgow menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 314 hingga 446 juta ton CO2 pada 2030. Oleh karena itu, persentase bauran energi fosil ditargetkan akan berkurang secara bertahap seiring dengan meningkatnya persentase bauran energi baru terbarukan atau EBT.

Di sektor migas, cadangan dan produksi migas konvensional terus merosot kondisi sumur tua sudah tak prima lagi dan sumur baru belum bisa optimal. Namun nyatanya Indonesia dianugerahi sumber daya migas non konvensional yakni metana hidrat atau gas hidrat yang sampai saat ini belum tersentuh. Menteri ESDM, Arifin Tasrif menyebut sumber daya baru ini bisa diproduksi hingga 800 tahun lamanya. Sementara itu, untuk pemenuhan kebutuhan gas Indonesia dikaruniai sumber daya batu bara melimpah yakni mencapai sebesar 149 miliar ton dan cadangan 38 miliar ton.

Dengan potensi sumber daya hingga ratusan miliar ton, pemerintah perlu menggenjot proyek gasifikasi batubara menjadi Dymethyl Ether atau DME yang bisa bermanfaat untuk mengurangi impor LPG yang kian melonjak tiap tahunnya. Krisis energi global yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar energi fosil masih tinggi sehingga penggunaannya tidak akan hilang dalam waktu dekat.

Sudah saatnya bagi Indonesia menarik momentum 77 tahun kemerdekan Indonesia untuk mewujudkan merdeka energi dengan menaruh perhatian pada agenda transisi energi meskipun masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi Presiden Jokowi melihat ada tiga tantangan besar dalam transisi energi mulai dari akses energi bersih, pendanaan, dukungan riset dan teknologi hingga persiapan berbagai kompetensi serta keahlian dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi sehingga tersedia sdm yang unggul untuk mendukung transisi energi. Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20 2022 harus menjadi pelopor dalam transisi energi global dengan pengalihan subsidi energi fosil untuk menggenjot inovasi dan investasi di bidang teknologi untuk menuju pada transisi energi.