NEWSTICKER

Tag Result: persidangan sambo

Sosok Ayah Jadi Faktor Arif Rachman Arifin Berani Lawan Skenario Sambo

Sosok Ayah Jadi Faktor Arif Rachman Arifin Berani Lawan Skenario Sambo

Metro Siang • 9 days ago persidangan sambo

Sosok sang ayah disebut menjadi faktor yang membuat terdakwa kasus perintangan penyidikan Arif Rachman Arifin bisa membongkar skenario kebohongan Ferdy Sambo. Arif Rachman Arifin merupakan mantan anak buah Ferdy Sambo yang pertama kali melihat Brigadir J masih hidup di CCTV lingkungan kompleks Duren Tiga.

Arif merupakan satu-satunya terdakwa yang menghadirkan keluarga untuk memberikan keterangan di persidangan Ferdy Sambo. Arif menghadirkan kakak kandungnya yakni Arif Riadi Arifin yang berprofesi sebagai dokter.

Kakak kandung Arif Rachman mengungkapkan tentang adanya dorongan sosok sang ayah yang meminta Arif Rachman Arifin tidak takut untuk membongkar kasus ini.

Arif Rachman Arifin merupakan salah satu terdakwa yang selalu terpukul saat memberikan kesaksian di persidangan. Arif bahkan menangis saat diperiksa sebagai terdakwa pekan lalu, karena khawatir keluarganya terancam setelah memberikan kesaksian yang menyudutkan Ferdy Sambo.

Tuntutan Sambo Cs Berpolemik, Kejagung: Proses Persidangan Masih Berjalan

Tuntutan Sambo Cs Berpolemik, Kejagung: Proses Persidangan Masih Berjalan

Metro Siang • 9 days ago persidangan sambo

Tuntutan jaksa dinilai terlalu rendah terhadap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam perkara pembunuhan Brigadir J. Ketua Komisi Kejaksaan Barita Simanjuntak mengungkap bahwa proses persidangan masih berjalan dan yang mempunyai kewenangan besar dalam perkara ini adalah Majelis Hakim.

"Proses persidangan ini masih berjalan, jadi sampai dengan persidangan tuntutan kemarin, minggu depan akan ada pledoi sampai pada putusan, itu harus dilihat sebagai satu kesatuan perkara," kata Ketua Komisi Kejaksaan, Barita Simanjuntak, Jumat (20/1/2023).

"Jadi yang punya kewenangan untuk menilai tinggi rendahnya satu tuntutan itu adalah pertimbangan dan putusan Majelis Hakim," tambahnya.

Menurutnya, tidak ada yang bisa mengintervensi tinggi rendahnya tuntutan. Selain itu, proses persidangan khususnya tugas kejaksaan telah dilakukan secara profesional dengan didukung oleh fakta-fakta persidangan.

Ahli Forensik di Sidang Agus-Hendra: Pelaksanaan Perintah yang Salah Harus Diuji Secara Etik

Ahli Forensik di Sidang Agus-Hendra: Pelaksanaan Perintah yang Salah Harus Diuji Secara Etik

Metro Malam • 10 days ago persidangan sambo

Ahli Pidana Forensik Robintan Sulaiman mengungkapkan polisi penerima perintah tidak bisa serta merta dipidanakan bila menjalankan perintah yang salah. Tindakan itu harus lebih dulu diuji di kode etik.

"Jadi menurut pendapat saya, sudah benar kalau kepolisian kalau ada perintah, yang salah dan sebagainya diuji di kode etik gitu pak," kata Robintan saat memberi keterangan untuk terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, (19/1/2023).

"Nanti direferensikan bila ditemukan atau dianggap dalam pemeriksaan ada unsur-unsur pidana," jelas Robintan.

Hal itu disampaikan dalam lanjutan sidang obstruction of justice kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Robintan juga menuturkan hal itu sejalan dengan hukum administrasi yang terbagi dalam beberapa asas. Salah satunya asas mandat, yakni ketika seseorang punya kewenangan dan bisa memberi perintah.
 
"Perintah pejabat berwenang itu harus dituruti oleh orang yang diperintah karena yang memerintah punya tanggung jawab terhadap perintahnya," tutur dia.

Bentuk perintahnya, kata Robintan, bisa dalam tertulis maupun lisan. Perintah tertulis bakal teradministrasi dengan baik, sedangkan perintah lisan tidak bisa teradministrasi dengan baik.

Sidang Agus-Hendra, Saksi Ahli Gemas Minta Jaksa Baca Ulang KUHP

Sidang Agus-Hendra, Saksi Ahli Gemas Minta Jaksa Baca Ulang KUHP

Metro Malam • 10 days ago persidangan sambo

Terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria menghadirkan ahli yang meringankan, yakni Agus Surono. Agus sempat gemas kepada jaksa penuntut umum (JPU).
 
"Coba baca dan dalami Pasal 51 ayat 1 KUHP," kata Agus kepada JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, (19/1/2023).
 
Awalnya, Agus menjawab berbagai pertanyaan dari penasihat hukum Hendra dan Agus Nurpatria. Salah satunya terkait Pasal 51 ayat 1 soal dasar-dasar alasan pembenar dan alasan pemaaf.

Agus menjelaskan cara itu bisa dipakai kepada penerima perintah asalkan memenuhi sejumlah unsur. Yakni, ada perintah dari atasan yang berwenang, memberikan perintah kepada bawahannya, dan bawahan tersebut melakukan sesuai perintah.
 
"Oleh karena itu, perbuatan bawahan dibenarkan secara hukum, artinya unsur melawan hukum dihapus," jelas dia.
 
JPU kembali menanyakan hal yang sama dengan bahasa berbeda. JPU bertanya apakah penerima perintah harus menjalankan perintah sesuai kewenangannya.
 
"Di sana (Pasal 51 ayat 1 KUHP) tegas-tegas frasanya adalah bawahan yang melaksanakan perintah oleh pejabat yang punya kewenangan. Frasa itu melekat ke pemberi perintah," tegas Agus.

Mahfud MD Pastikan Jaksa Independen saat Berikan Tuntutan Sambo Cs

Mahfud MD Pastikan Jaksa Independen saat Berikan Tuntutan Sambo Cs

Headline News • 10 days ago persidangan sambo

Menko Polhukam, Mahfud MD meyakini Kejaksaan bekerja secara independen, hingga menghasilkan tuntutan bagi para terdakwa kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mahfud memastikan akan terus mengawal persidangan kasus Sambo hingga putusan hakim nanti.

"Saya pastikan Kejaksaan independen," ujar Menko Polhukam, Mahfud MD.

Mahfud menegaskan kejaksaan tidak akan terintervensi oleh pengaruh luar dan gerakan-gerakan bawah tanah yang digagaskan oleh oknum pendukung Sambo. 

Soal Perintah Sambo ke Hendra, Saksi Ahli: Ada Daya Paksa yang Besar

Soal Perintah Sambo ke Hendra, Saksi Ahli: Ada Daya Paksa yang Besar

Breaking News • 10 days ago persidangan sambo

Saksi Ahli Bahasa Andika Dutha Bahari menjelaskan soal perintah atasan dan bawahan dalam sidang obstruction of justice pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria, Kamis (19/1/2023). Andika menyebut perintah atasan dalam ruang lingkup kepolisian terdapat daya paksa yang sangat besar.

"Menyuruh secara formal itu perintah, dan ada konsekuensinya bagi pengabaian terhadap suatu perintah itu adalah hukuman, apalagi dalam kultur yang sangat hirarki seperti di kepolisian," kata Ahli Bahasa, Andika Dutha Bahari, Kamis (19/1/2023).

Andika Dutha Bahari menjelaskan bahwa dalam hal menyuruh di kepolisian, masuk ke dalam perintah. Hal tersebut terdapat konsekuensi jika mengabaikan suatu perintah, yakni adanya hukuman.

Diketahui, terdapat tujuh terdakwa yang terjerat dalam perkara obstruction of justice pembunuhan Brigadir J. Adapun terdakwa tersebut antara lain, Ferdy Sambo, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Arif Rachman Arifin, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, dan Irfan Widyanto.

Mereka dinilai telah melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan Pasal 48 Ayat (1) juncto Pasal 32 Ayat (1) Nomor 19 Tahun 2016 UU ITE. Selain itu, mereka juga dijerat dengan Pasal 55 Ayat (1) dan Pasal 221 Ayat (1) ke-2 dan Pasal 233 KUHP.

Ahli Pidana Agus Surono Jelaskan Unsur Kesengajaan di UU ITE

Ahli Pidana Agus Surono Jelaskan Unsur Kesengajaan di UU ITE

Headline News • 10 days ago persidangan sambo

Ahli pidana dari Universitas Pancasila, Agus Surono, hadir sebagai saksi ahli dengan terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria dalam perkara obstruction of justice pembunuhan Brigadir J di PN Jaksel. Agus Surono menyebut beberapa poin penting, salah satunya adalah unsur kesengajaan dalam Pasal 32 dan 33 UU ITE.

Agus Surono menjelaskan unsur kesengajaan dalam Pasal 32 dan 33 UU ITE harus dilakukan dengan cara melawan hukum ataupun tanpa hak. Sebelumnya, Hendra Kurniawan mengungkap bahwa pemusnahan barang bukti tidak diatur dalam Peraturan Kadiv Propram Polri, pada 29 Desember lalu. 

Kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir J menyeret tujuh terdakwa, yakni Ferdy Sambo, Arif Rachman Arifin, Irfan Widyanto, Agus Nurpatria, Hendra Kurniawan, Chuck Putranto, dan Baiquni Wibowo yang berupaya menghalangi penyidikan.

Adapun tujuh terdakwa dinilai telah melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan Pasal 48 Ayat (1) juncto Pasal 32 Ayat (1) Nomor 19 Tahun 2016 UU ITE. Selain itu, mereka dijerat dengan Pasal 55 Ayat (1) dan Pasal 221 Ayat (1) ke-2 dan Pasal 233 KUHP.

Tuntutan 5 Terdakwa Pembunuhan Brigadir J, Tepatkah?

Tuntutan 5 Terdakwa Pembunuhan Brigadir J, Tepatkah?

Metro Siang • 10 days ago persidangan sambo

Tuntutan terhadap lima terdakwa pembunuhan Brigadir J sudah dibacakan jaksa penuntut. Namun, banyak pihak merespon keras tuntutan jaksa yang dinilai belum mencerminkan keadilan.

Lima terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J sudah menjalani sidang tuntutan. Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup, Richard Eliezer dituntut 12 tahun penjara, Putri Candrawathi dituntut 8 tahun penjara, Ricky Rizal dituntut 8 tahun penjara, dan Kuat Ma'ruf dituntut 8 tahun penjara.

Para terdakwa dituntut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Namun, nyatanya terdapat tiga terdakwa yang hanya mendapatkan tuntutan delapan tahun, tidak sebanding dengan isi pasal tersebut.

Berikut beberapa hal yang memberatkan dan meringankan tuntutan terhadap terdakwa, di antaranya;

1. Ferdy Sambo, hal yang memberatkan;
- Mengakibatkan hilangnya nyawa Brigadir J
- Berbelit & tidak akui perbuatannya
- Menimbulkan keresahan & kegaduhan di masyarakat
- Perbuatan tidak pantas bagi penegak hukum
- Menyebabkan banyak anggota Polri lainnya turut terlibat
- Tidak sepantasnya dilakukan oleh petinggi Polri.

Hal yang meringankan Ferdy Sambo tidak ada.

2. Putri Candrawathi, hal yang memberatkan;
- Mengakibatkan hilangnya nyawa Brigadir J dan duka mendalam keluarga
- Berbelit, tidak perbuatan dan tidak menyesali perbuatan
- Menimbulkan kegaduhan dan keresahan di masyarakat.

Hal yang meringakan Putri Candrawathi;
- Belum pernah dihukum
- Sopan dalam persidangan.

3. Richard Eliezer, hal yang memberatkan;
- Eksekutor
- Perbuatan menimbulkan duka mendalam pada keluarga korban
- Menimbulkan keresahan dan kegaduhan di masyarakat.

Hal yang meringakan Richard Eliezer;
- Justice Collaborator
- Belum pernah dihukum
- Sopan dan kooperatif dalam persidangan
- Menyesali perbuatannya
- Telah dimaafkan oleh keluarga korban.

Kejagung Ogah Disebut Polemik soal Tuntutan Sambo Cs

Kejagung Ogah Disebut Polemik soal Tuntutan Sambo Cs

Headline News • 10 days ago persidangan sambo

Kejaksaan Agung menolak perbedaan pendapat soal tuntutan Ferdy Sambo Cs dalam kasus pembunuhan Brigadir J disebut polemik. Kejagung menilai ini hanya soal perbedaan sudut pandang.

"Saya tidak mau disebut polemik. Ngga ada polemik. Bagi saya kita ini beda sudut pandang, itu hal yang wajar," kata Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum) Kejagung, Fadil Zumhana dalam konferensi Pers, Kamis (19/1/2023).

Fadil Zumhana juga menegaskan bahwa proses persidangan masih panjang. Ia meminta agar jangan terlalu banyak opini yang dilemparkan.

Sebelumnya, Ferdy Sambo Cs sudah menjalani sidang tuntutan. Antara lain yakni, Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup, Richard Eliezer dituntut 12 tahun penjara, Putri Candrawathi dituntut 8 tahun penjara, Ricky Rizal dituntut 8 tahun penjara, dan Kuat Ma'ruf dituntut 8 tahun penjara.

Hari Ini, Sidang Obstruction of Justice Hadirkan Saksi Ahli Meringankan

Hari Ini, Sidang Obstruction of Justice Hadirkan Saksi Ahli Meringankan

Breaking News • 10 days ago persidangan sambo

Kasus perintangan penyidikan (obstruction of justice) pembunuhan terhadap Brigadir J dengan 5 terdakwa kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2023). Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan saksi ahli terdakwa.

Sidang perintangan penyidikan (obstruction of justice) pembunuhan terhadap Brigadir J dengan terdakwa Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Arif Rachman Arifin, Chuck Putranto, dan Baiquni Wibowo, kembali digelar. Sidang akan digelar di dua ruangan, yakni  ruang sidang utama dan ruang sidang 3 PN Jaksel.

Ruang sidang utama, terdakwa Agus Nurpatria dan Hendra Kurniawan akan disidang dengan menghadirkan saksi ahli meringankan. Antara lain, ahli pidana Agus Surono, ahli bahasa Andika Dutha Bahari, dan Frans Asisi serta ahli hukum pidana forensik Robintan Sulaiman.

Setelahnya, terdakwa Arif Rachman Arifin akan disidang dengan mendengarkan saksi ahli meringankan dari ahli hukum pidana Hendri Subiyakto dan Basuki Minarno.

Sementara di ruang sidang 3, terdakwa Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto akan disidang dengan menghadirkan saksi ahli meringankan dari ahli hukum pidana Hendri Subiyakto dan Basuki Minarno serta ahli psikologi.

Eliezer Dituntut 12 Tahun Penjara, Pakar: Seharusnya Lebih Ringan

Eliezer Dituntut 12 Tahun Penjara, Pakar: Seharusnya Lebih Ringan

Top News • 11 days ago persidangan sambo

Pengamat Hukum Pidana, Jamin Ginting, menyayangkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) 12 tahun penjara terhadap Eliezer. Menurut Jamin, seorang Justice Collaborator seharusnya mendapatkan hukuman lebih ringan dari para pelaku lainnya.

"Seharusnya seorang justice collaborator mendapatkan hukuman yang lebih ringan dibandingkan pelaku penyerta lainnya," ujar Pengamat Hukum Pidana, Jamin Ginting.

Namun, menurut Jamin, Hakim bisa saja tidak sependapat dengan tuntutan yang diberikan oleh JPU. Kemungkinan akan ada perubahan terkait tuntutan yang diberikan oleh JPU.

Kecewa dengan Tuntutan Jaksa, Keluarga Brigadir J: Putri Adalah Dalang dari Semuanya!

Kecewa dengan Tuntutan Jaksa, Keluarga Brigadir J: Putri Adalah Dalang dari Semuanya!

Top News • 11 days ago persidangan sambo

Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Putri Candrawathi menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadulan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 18 Januari 2023. Istri Ferdy Sambo itu dituntut hukuman pidana delapan tahun penjara.

Jaksa menyatakan terdakwa Putri Candrawathi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tante Brigadir J, Roslin Simanjuntak mengungkapkan kekecewaannya atas tuntutan terhadap Putri Candrawathi (PC).  Roslin mengungkapkan Putri lah yang menjadi dalang pembunuhan Brigadir J.

"Dalang utamanya itu adalah Putri, dari mulai di Magelang. Karena Putri itu tidak terpuaskan dengan menggoda anak kami (Brigadir J) tapi anak kami tidak mau melayani nafsu bejad nya Putri," ujar Tante Brigadir J, Roslin Simanjuntak.

Roslin menegaskan bahwa, seharusnya tuntutan yang diterima oleh Putri sama dengan Ferdy Sambo yaitu penjara seumur hidup.

"Harusnya suami istri itu harus sama, mereka aktornya," lanjutnya.

Pihak kelaurga Brigadir J juga menyayangkan bahwa tuntutan yang diterima oleh Richard Eliezer Pudihang Lumiu lebih berat jika dibandingkan Putri mengingat status yang disandang Eliezer sebagai justice collaborator.  

Pengacara Putri Nilai Jaksa Galau & Tidak Konsisten dalam Rumuskan Tuntutan

Pengacara Putri Nilai Jaksa Galau & Tidak Konsisten dalam Rumuskan Tuntutan

Primetime News • 11 days ago persidangan sambo

Pengacara Putri Candrawathi, Febri Diansyah menyebut Jaksa Penuntut Umum galau dan tidak konsisten dalam merumuskan tuntutan. Menurut Febri, jaksa mengabaikan motif terjadinya peristiwa pidana serta mengabaikan keterangan ahli psikologi forensik bahwa benar terjadi kekerasan seksual terhadap Putri Candrawathi.

"Jika dibandingkan dengan tuntutan terhadap terdakwa sebelumnya, terlihat JPU galau dan tidak konsisten dengan motif terjadinya tindak pidana," kata Febri di PN Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2023).

Selain itu, Febri menilai jaksa mengabaikan adanya dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh kliennya. Padahal, dugaan pelecehan seksual itu sudah menjadi fakta persidangan dan sudah berdasarkan pendapat beberapa ahli dan saksi.

Hal Memberatkan Tuntutan Eliezer: Jadi Eksekutor Pembunuhan Brigadir J

Hal Memberatkan Tuntutan Eliezer: Jadi Eksekutor Pembunuhan Brigadir J

Primetime News • 11 days ago persidangan sambo

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap peran Richard Eliezer Pudihang Lumiu dalam pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Menurut JPU, meski Eliezer mengetahui rencana jahat untuk membunuh Brigadir J, Eliezer tetap menuruti niat jahat Sambo.

"...yang seharusnya masih bisa mengurungkan dan menghindar dari rencana jahat sudah diketahuinya, malah meneguhkan kehendaknya untuk menuruti niat jahat (Sambo) merampas nyawa almarhum (Brigadir J)," ungkap JPU.

Eliezer dijatuhi hukuman 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum. Hal tersebut tentunya membuat para penonton sidang terkejut, berhubung status justice collaborator yang disandang oleh Eliezer seharusnya bisa memberikan keringanan atas tuntutannya.

Jaksa Simpulkan Putri Candrawathi Terlibat Pembunuhan Berencana Brigadir J

Jaksa Simpulkan Putri Candrawathi Terlibat Pembunuhan Berencana Brigadir J

Metro Hari Ini • 11 days ago persidangan sambo

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyimpulkan bahwa Putri Candrawathi terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. 

Hal itu dinilai ketika Putri mengajak Kuat dan Ricky isolasi mandiri di Duren Tiga, padahal Putri mengetahui keduanya tidak melakukan tes PCR. Jaksa menilai ajakan Putri hanya siasat agar Brigadir J ikut ke Duren Tiga. Sebab, Putri tahu Brigadir J akan ikut ke manapun ia pergi.

"Dari rangkaian fakta, jelas ada unsur direncanakan lebih dahulu karena Putri Candrawathi memiliki rentang waktu panjang untuk berpikir atas semua tindakan dan perannya untuk memastikan akibat pebuatan tersebut," kata jaksa saat membacakan tuntutan Putri Candrawathi, Rabu (18/1/2023).

Jaksa mengatakan, Putri juga seharusnya memiliki waktu untuk berpikir tidak merencanakan dengan Sambo untuk merampas nyawa Brigadir J dengan alasan isolasi mandiri. Sehingga, peristiwa penembakan di Duren Tiga tidak akan terjadi. 

"Dengan demikian, unsur dengan sengaja dan dengan rencana lebih dahulu terbukti telah terpenuhi dan terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum," kata jaksa.

Jaksa: Putri Ingatkan Sambo Tentang CCTV dan Sarung Tangan Sebelum Tembak Brigadir J

Jaksa: Putri Ingatkan Sambo Tentang CCTV dan Sarung Tangan Sebelum Tembak Brigadir J

Metro Hari Ini • 11 days ago persidangan sambo

Jaksa Penuntut Umum (JPU) memaparkan bahwa Putri dengan suara pelan mengingatkan Ferdy Sambo tentang CCTV di rumah dinas Duren Tiga, serta sarung tangan yang digunakan oleh Sambo. 

"Putri dengan suara yang pelan mengingatkan saudara Ferdy Sambo tentang CCTV di rumah dinas Duren Tiga No.46 dan sarung tangan," ujar jaksa saat membacakan tuntutan Putri Candrawathi, Rabu (18/1/2023).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menyebutkan bahwa Putri Candrawathi turut mendampingi Ferdy Sambo dan Richard Eliezer dalam membahas skenario penembakan Brigadir J. 

Putri Candrawathi dituntut dengan hukuman pidana penjara delapan tahun karena dianggap terbukti ikut merencanakan pembunuhan Brigadir J. Tak hanya Putri, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal pun mendapatkan tuntutan yang sama. 

Sambo Dituntut Seumur Hidup, Ibunda Brigadir J Harap Hakim Dapat Vonis Seadil-adilnya

Sambo Dituntut Seumur Hidup, Ibunda Brigadir J Harap Hakim Dapat Vonis Seadil-adilnya

Metro Hari Ini • 12 days ago persidangan sambo

Rosti Simanjuntak menanggapi tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) kepada terdakwa Ferdy Sambo yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Rosti berharap semoga hakim bisa mengabulkan permintaan keluarga Brigadir J untuk dapat memvonis Ferdy Sambo dengan seadil-adilnya.

Orang Tua Yosua, Rosti Simanjuntak menyaksikan jalannya sidang tuntutan Ferdy Sambo melalui televisi di rumah mereka di Muaro Jambi. Ibunda Yosua mengatakan kecewa terhadap tuntutan tersebut.

"Kami menanggapi itu (tuntutan) sangat mengecewakan. Kami sangat-sangat menyayangkan dan miris hati segala perbuatan kejahatan pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo bersama komplotannya," kata orang tua Yosua, Rosti Simanjuntak saat wawancara dalam program Metro Hari Ini Metro TV, Selasa (17/1/2023).

Rosti mengatakan para terdakwa kasus pembunuhan terhadap anaknya pantas mendapatkan hukuman seberat-beratnya yakni hukuman mati.

"Hukuman semaksimal, hukuman mati yang sepatutnya harus diberikan oleh JPU terhadap Ferdy Sambo yang telah merampas nyawa anak kami secara sadis dan secara biadab," ujar Rosti Simanjuntak

Kuasa Hukum Ferdy Sambo Nilai Tuntutan Jaksa Jauh dari Fakta

Kuasa Hukum Ferdy Sambo Nilai Tuntutan Jaksa Jauh dari Fakta

Metro Hari Ini • 12 days ago persidangan sambo

Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Rasamala Aritonang akan menyiapkan pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Salah satunya yakni pembelaan konstruksi pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang tidak sesuai fakta persidangan.

"Pemenuhan unsur-unsur yang menurut kami berjauhan dengan fakta yang terungkap pada persidangan, nanti kita ungkap di pembelaan kita. Kemudian bukti-bukti terkait untuk meng-counter apa yang disampaikan oleh penuntut umum," kata Rasamala Aritonang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan usai pembacaan tuntutan, Selasa (17/1/2023).

Rasamala mengatakan pihaknya bakal menyiapkan dua pembelaan atau pleidoi. Yakni, pembelaan dari kuasa hukum dan pembelaan dari Sambo secara personal. Rasamala menilai tuntutan jaksa tidak lengkap karena tak memaparkan fakta persidangan secara utuh. 

"Karena memang ada bagian-bagian tidak lengkap secara utuh dari fakta persidangan yang sebenarnya sudah diungkap sejak persidangan pertama," katanya. 

Jaksa: Sambo Merencanakan Pembunuhan Brigadir J Secara Sistematis

Jaksa: Sambo Merencanakan Pembunuhan Brigadir J Secara Sistematis

Breaking News • 12 days ago persidangan sambo

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai Sambo memiliki perencanaan yang matang dalam menghilangkan nyawa Brigadir J, termasuk memusnahkan barang bukti, Selasa (17/1/2023). 

"Menyatakan terdakwa Ferdy Sambo telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama melanggar Pasal 340 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP," ujar jaksa.

Dalam sidang pembacaan tuntutan, Ferdy Sambo dituntut oleh jaksa dengan hukuman penjara seumur hidup. Tuntutan ini diberikan jaksa karena Sambo dinilai sangat matang dalam perencanaan pembunuhan Brigadir J.

Dituntut 8 Tahun Penjara, Kuat Ma'ruf Tak Bisa Lagi Tertawa di Persidangan

Dituntut 8 Tahun Penjara, Kuat Ma'ruf Tak Bisa Lagi Tertawa di Persidangan

Metro Hari Ini • 13 days ago persidangan sambo

Tingkah nyeleneh tampak sering kali ditunjukkan Kuat Ma'ruf di dalam persidangan. Namun, kali ini ia tampak terpukul saat menerima tuntutan jaksa yang menuntut 8 tahun penjara terhadap dirinya, Senin (16/1/2023).

Beberapa kali dalam persidangan, tingkah Kuat memang sering mengundang perhatian publik, mulai dari gaya hingga kesaksiannya. Seperti yang ia lakukan dalam sidang pada 5 Desember 2022, Kuat dengan penuh percaya diri menyapa peserta sidang dengan memberikan finger heart ala Korea.

Dalam sidang itu, pengakuan Kuat mencuri perhatian. Pasalnya, dia mengaku terdeteksi berbohong dari hasil pemeriksaan lie detector soal dirinya melihat Sambo menembak Brigadir J atau tidak. Namun menurutnya, hasil lie detector salah dan jawaban dirinya lah yang benar bukan alat tersebut yang disebutnya robot.

Adapun di persidangan pada 21 Desember 2022, giliran saksi ahli yang dibuat tertawa oleh Kuat. Saksi ahli dari Psikologi Forensik Reni Kusumo Wardhani membongkar kepribadian Kuat Ma'ruf di persidangan.

Sidang 9 Januari 2022, Kuat Maruf lagi-lagi membuat pernyataan yang nyeleneh saat dicecar soal pemberian Rp500 juta. Ia berpikir bahwa Ferdy Sambo bercanda. Namun ia mengaku tak menyesal tidak mengambil uang tersebut.

Pakar Prediksi Ferdy Sambo Bakal Terbebas dari Hukuman Mati

Pakar Prediksi Ferdy Sambo Bakal Terbebas dari Hukuman Mati

Metro Hari Ini • 13 days ago persidangan sambo

Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf dituntut 8 tahun penjara, Senin (16/1/2023). Adanya tuntutan tersebut, Pakar Hukum Pidana sekaligus Guru Besar Hukum Pidana Unsoed Hibnu Nugroho menilai bahwa Ferdy Sambo bisa jadi akan terbebas dari hukuman mati.

"Dimungkinkan Sambo itu tidak pidana mati, tapi adalah seumur hidup, atau paling tidak 20 tahun," kata Guru Besar Hukum Pidana Unsoed, Hibnu Nugroho, Senin (16/1/2023).

Sebelumnya, jaksa memberikan tuntutan kepada Ricky dan Kuat hanya delapan tahun penjara, maka sangat mustahil jika hukuman mati diberikan kepada Sambo. Hibnu Nugroho mengungkapkan, setidaknya hukuman Ferdy Sambo lebih berat dibandingkan para terdakwa lainnya, yakni bisa seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.

Diketahui, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf terlibat dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J bersama tiga terdakwa lainnya pada 8 Juli 2022 di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Terdakwa lainnya antara lain, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan Richard Eliezer.

Atas perbuatannya, lima terdakwa dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Ricky Rizal & Kuat Ma'ruf Akan Hadapi Sidang Tuntutan Besok

Ricky Rizal & Kuat Ma'ruf Akan Hadapi Sidang Tuntutan Besok

Primetime News • 14 days ago persidangan sambo

Terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf akan menjalani sidang tuntutan dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir J, Senin (16/1/2023). Meski kedua terdakwa bukan merupakan pelaku utama pembunuhan, namun keduanya turut dijerat pasal pembunuhan berencana karena mengetahui terjadinya perencanaan pembunuhan oleh Ferdy Sambo.

Jaksa akan membuktikan seperti apa peran terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf dalam kasus perencanaan pembunuhan Brigadir J berdasarkan alat bukti dan keterangan para saksi di persidangan.

Menurut jaksa, Ricky mengetahui rencana penembakan Brigadir J oleh Sambo di lantai tiga Rumah Saguling. Kepada Hakim di sidang pemeriksaan terdakwa pekan lalu, Ricky menjelaskan bahwa ia diminta untuk menembak Yosua, namun tidak sanggup karena tidak kuat mental.

Sementara itu, Kuat Ma'ruf diduga berperan mengamankan tempat kejadian perkara di Rumah Duren Tiga yang menjadi tempat eksekusi Brigadir J. Kuat diduga meminta Kodir untuk menyiapkan rumah dan menutup pintu dan jendela sebelum Yosua digiring ke dalam untuk dieksekusi.

Keduanya dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati. Menurut jaksa, pasal penyertaan pembunuhan berencana disematkan kepada Ricky dan Kuat karena keduanya memiliki kesempatan untuk membatalkan rencana pembunuhan Yosua, namun tidak dilakukan.

Fact Check: Air Mata Mampu Lunturkan Hukuman Mati?

Fact Check: Air Mata Mampu Lunturkan Hukuman Mati?

Metro Siang • 15 days ago persidangan sambo

Jelang akhir persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua, pekan ini ruang sidang penuh air mata. Dua terdakwa, yaitu Sambo dan Putri Candrawathi kembali menjalani pemeriksaan.

Ada beberapa hal yang dikonfrontir oleh Majelis Hakim di persidangan pekan ini. Terdakwa Ferdy Sambo, tampak menunjukkan emosinya saat ditanya hakim perihal niat menghabisi Brigadir Yosua, saat  mengetahui peristiwa pelecehan yang disebutkan istrinya.

Sambo menyebut tetap percaya bahwa cerita istrinya yang mengaku dilecehkan Brigadir Yosua adalah kebenaran. Soal sambo yang pernah mengatakan ke Sugeng Putut bahwa kejadian Magelang ilusi, adalah hanya untuk membenarkan skenario tembak menembak. Sambo mengklarifikasi soal pelecehan di magelang hanya ilusi, lantaran tak mau orang tahu kejadian itu.

Terdakwa Ferdy Sambo menyesal tidak berpikir logis saat mendengar cerita pelecehan seksual dari istrinya Putri Candrawati. Ketika makin didesak untuk menjelaskan kebenaran kejadian di Magelang, Putri terus bercucuran air mata. Tangisan Putri itu, dipicu ketika hakim membacakan keterangan saksi yang menyebut pelecehan seksual di Magelang adalah ilusi. Pelecehan tidak akan diungkap jika skenario adu tembak berhasil.

Sidang pemeriksaan terdakwa Putri Chandrawathi, penuh dengan air mata. Sejak sidang digelar, seperti yang ada, Putri bercucuran air mata, hingga hakim bertanya, apakah sidang bisa berlanjut atau tidak. Namun, banyak pendapat beredar di kalangan masyarakat bahwa tangisan mereka adalah tangisan palsu dan berusaha untuk meringankan hukuman mati.

Saksi Ahli Singgung Meeting of Mind dalam Kasus Perintangan Penyidikan

Saksi Ahli Singgung Meeting of Mind dalam Kasus Perintangan Penyidikan

Metro Malam • 16 days ago persidangan sambo

Ahli Hukum UI, Eva Achjani Zulfa hadir sebagai saksi dalam sidang obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir J, Jumat (13/1/2023). Ia menyebut soal meeting of mind atau kehendak bersama dari setiap terdakwa harus bisa dibuktikan.

Eva Zulfa mengungkapkan, bahwa hal tersebut dapat dipastikan dengan pemeriksaan secara detail oleh setiap terdakwa. Pasalnya, perkara tersebut harus bisa dibuktikan secara objektif dan subjektif dalam mengartikan perintah Sambo sebagai suatu yang benar atau justru melanggar hukum. 

Selain Eva Zulfa, ada saksi ahli lain yang datang ke sidang obstruction of justice terdakwa Irfan Widyanto, yakni ahli ITE dan ahli psikolog. Semua saksi hadir untuk memberikan keterangan meringankan terdakwa Irfan. 

Sidang Perintangan Penyidikan: Agus Nurpatria Diperiksa sebagai Terdakwa (4)

Sidang Perintangan Penyidikan: Agus Nurpatria Diperiksa sebagai Terdakwa (4)

Breaking News • 16 days ago persidangan sambo

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar pemeriksaan terdakwa kasus obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir J. Keempat terdakwa yang merupakan anak buah Ferdy Sambo di antaranya Arif Rachman Arifin, Hendra Kurniawan Agus Nurpatria dan Irfan Widyanto, Jumat (13/1/2023).

Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria menjalani sidang sebagai terdakwa di ruang sidang utama, setelah Arif Rachman Arifin selesai diperiksa. Sidang keduanya dimulai pukul 13.00 WIB.

Sebelumnya, Arif Rachman Arifin dan Irfan Widyanto juga menjalani sidang di PN Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2023) pukul 10.00 WIB. Arif Rachman Arifin diperiksa di ruang sidang utama sebagai terdakwa. Sedangkan, Irfan Widyanto menjalani sidang di ruang tiga dengan agenda mendengarkan keterangan tiga saksi ahli, yakni ahli ITE, ahli pidana, dan ahli psikologi.

Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Chuck: Arif Minta Baiquni Hapus Rekaman CCTV

Chuck: Arif Minta Baiquni Hapus Rekaman CCTV

Breaking News • 17 days ago persidangan sambo

Usai melihat isi rekaman CCTV, saksi yang juga terdakwa kasus perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir J, Chuck Putranto menyebutkan, Arif Rahman meminta Baiquni untuk menghapus dan memusnahkan isi rekaman CCTV.

Chuck menjelaskan bahwa, Arif Rahman meminta Baiquni untuk segera memusnahkan isi dari CCTV tersebut dan mengatakan bahwa itu adalah perintah dari Ferdy Sambo.

"Ini disampaikan oleh pak Arif 'ini merupakan perintah (dari Ferdy Sambo) dan ada saksinya'," ujar Chuck Putranto.

Chuck Mengaku Sempat Dimarahi Sambo Saat Masuk TKP Tanpa Izin

Chuck Mengaku Sempat Dimarahi Sambo Saat Masuk TKP Tanpa Izin

Breaking News • 17 days ago persidangan sambo

Sebagai penyidik, terdakwa kasus perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir J yang kali ini diperiksa sebagai saksi, Chuck Putranto sempat mengambil CCTV. Namun ia bingung karena sempat dua kali dimarahi Ferdy Sambo.

 "Saya cerita, saya sempat kena marah karena saya masuk ke TKP tanpa izin dia (Sambo)," ujar Chuck Putranto.

Chuck juga mengatakan bahwa ia diperintah Ferdy Sambo untuk menyampaikan pesan ke Baiquni guna melihat dan mengcopy isi CCTV.

Chuck Putranto & Irfan Widyanto Bersaksi di Sidang Arif Rachman (5)

Chuck Putranto & Irfan Widyanto Bersaksi di Sidang Arif Rachman (5)

Breaking News • 17 days ago persidangan sambo

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang perintangan penyidikan atau obstruction of justice dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Chuck Putranto dan Irfan Widyanto dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Arif Rachman, Kamis (12/1/2023).

Terdapat dua sidang yang akan digelar secara bersamaan, yang pertama dengan terdakwa Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria dan Arif Rahman Arifin dan yang kedua dengan terdakwa Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto.

Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria Adi Purnama, dan Arif Rachman Arifin didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Irfan Widyanto, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto serta Ferdy Sambo.
 
Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Chuck Putranto & Irfan Widianto Bersaksi di Sidang Arif Rachman (1)

Chuck Putranto & Irfan Widianto Bersaksi di Sidang Arif Rachman (1)

Breaking News • 17 days ago persidangan sambo

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang perintangan penyidikan atau obstruction of justice dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Chuck Putranto dan Irfan Widyanto dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Arif Rachman, Kamis (12/1/2023).

Terdapat dua sidang yang akan digelar secara bersamaan, yang pertama dengan terdakwa Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria dan Arif Rahman Arifin dan yang kedua dengan terdakwa Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto.

Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria Adi Purnama, dan Arif Rachman Arifin didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Irfan Widyanto, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto serta Ferdy Sambo.
 
Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Putri 'Tidak Tahu' Yosua Ikut Isolasi di Duren Tiga

Putri 'Tidak Tahu' Yosua Ikut Isolasi di Duren Tiga

Primetime News • 18 days ago persidangan sambo

Putri Candrawathi mengeluarkan pernyataan pamungkas yaitu 'tidak tahu' ketika Majelis Hakim bertanya, apakah Brigadir J ikut isolasi menuju Duren Tiga. Putri pun tidak menghiraukan ada Brigadir J yang duduk di depannya.

"Saya tidak tahu kenapa Yosua bisa ikut dan saya tidak pernah mengajak Yosua, Richard, maupun Kuat waktu itu," ujar Putri dalam sidang agenda pemeriksaan Putri Candrawathi sebagai terdakwa di PN Jakarta Selatan, Rabu (11/1/2023).

Majelis Hakim melihat ada yang janggal dengan keterangan Putri. Awalnya Putri mengaku tidak mau dekat-dekat dengan Brigadir J usai kejadian di Magelang. Tapi, Putri diketahui satu mobil dengan Brigadir J untuk isolasi di Duren Tiga.