NEWSTICKER

Menteri ESDM: Pasokan Batu Bara ke PLN Seret Sejak Akhir 2021

5 January 2022 09:21

Larangan ekspor batu bara selama Januari 2022 berawal dari krisisnya di PLN yang terjadi sejak akhir tahun lalu. Ada 20 PLTU berdaya 10 ribu mW yang melaporkan kekurangan pasokan batu bara sehingga ada risiko pemadaman listrik besar-besaran.

"Kenapa bisa terjadi seret pasokan di akhir tahun? Akibat tingginya harga di luar negeri," ungkap Menteri ESDM Arifin Tasrif di Kantor PLN, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (4/1/2022) sore. 

Larangan eksport yang diumumkan Presiden Joko Widodo bertujuan mendisiplinkan produsen batu bara memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Menurutnya sejak larangan ekspor diumumkan, kini sudah ada komitmen tambahan 6,3 juta ton batu bara akan dipasok ke PLN.

"Kebutuhan rutin PLN sekitar 10-11 juta ton per bulan, yang 6,3 juta ton itu tambahan buat mengatasi krisis," jelas Arifin.

Selanjutnya pemerintah akan merevisi aturan mekanisme kewajiban pemenuhan kebutuhan pasar domestik (DMO). Di setiap kontrak jangka panjangnya dibuatkan celah agar bisa dilakukan penyesuaian bulanan agar lebih flesibel dalam menjamin cadangan batu bara di dalam negeri.