NEWSTICKER

Index: 2023-02-04

113 result

Jamu PSS Sleman, Persib Dapat Izin Gunakan Stadion GBLA

Jamu PSS Sleman, Persib Dapat Izin Gunakan Stadion GBLA

Headline News • 1 hour ago

Polda Jawa Barat akhirnya memberikan izin laga kandang Persib Bandung menjamu PSS Sleman dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 untuk digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (5/2/2023). Pengamanan ketat dilakukan kepolisian dengan mengerahkan 2.700 personel.

Keluarnya izin penggunaan Stadion GBLA oleh Persib Bandung ini setelah diperbolehkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Laga ini digelar sebelum Stadion GBLA direnovasi untuk persiapan Piala Dunia U-20.

Kepala Biro Operasional Polda Jabar Kombes Pol Budi Wasono mengatakan, pola pengamanan sendiri tidak jauh berbeda dengan pertandingan sebelumnya. Pola penyekatan tetap dilakukan dan polisi hanya menjaga hingga ring dua. Sementara ring satu di dalam stadion diserahkan ke pihak panpel pertandingan.

Begal Bersenjata Tajam Rampas Ponsel Pengunjung Warkop di Bekasi

Begal Bersenjata Tajam Rampas Ponsel Pengunjung Warkop di Bekasi

Top News • 1 hour ago

Dua pelaku begal menyerang pengunjung warkop dan merampas ponsel sambil menodongkan senjata tajam di Jalan Pahlawan, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (4/2/2023).

Pelaku yang diperkirakan masih remaja datang dengan satu sepeda motor dan berhenti tepat di warung kopi. Sementara satu pelaku lain turun sambil menodongkan senjata tajam ke arah korban yang sedang duduk di warkop. Pelaku langsung merampas ponsel korban dan kabur.

Sejumlah remaja yang kaget dengan kejadian perampasan ini berlarian masuk ke dalam warung.  Sedangkan penjaga warkop berupaya mengejar namun usahanya gagal.

Kondisi jalan yang sepi dan kurangnya patroli malam oleh kepolisian dimanfaatkan para pelaku begal untuk melancarkan aksinya. Kasus tersebut kini dalam penanganan Polsek Bekasi Timur dan Polres Metro Bekasi Kota.

11 Anak Korban Pelecehan Seksual IRT di Jambi Lapor ke Polisi

11 Anak Korban Pelecehan Seksual IRT di Jambi Lapor ke Polisi

Headline News • 1 hour ago

Sebanyak 11 anak didampingi orang tua dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) mendatangi Polda Jambi untuk membuat laporan pelecehan seksual. Kini, para korban masih menjalani pemeriksaan atas dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga tersebut, Sabtu (4/2/2023).

Menurut Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi Asi Noprini, dari laporan awal sekitar 11 anak laki-laki dan perempuan yang diduga menjadi korban pelecehan. Menurut Asi terduga pelaku NT adalah seorang ibu rumah tangga. NT kerap memaksa sejumlah korban anak lelaki untuk melayani napsunya. Sementara korban anak perempuan dipaksa menonton video asusila.

Berbekal laporan itu, kasus tersebut dilaporkan ke PPA Ditreskrimum Polda Jambi untuk diusut. Ditreskrimum Polda Jambi Kombes Pol Andri Ananta Yudhistira membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual dengan korban anak-anak di bawah umur.

Dari laporan penyidik PPA Ditreskrimum Polda Jambi, saat ini pihaknya tengah meminta keterangan sejumlah korban dan melengkapi bukti-bukti laporan.

"Di laporan awal yang hari ini datang, ada 11. Tapi tadi dalam pemeriksaan dari orang tua itu bisa berkembang korbannya. Malam ini kita (Polda Jambi) sudah mengambil keterangan anak-anak didampingi orang tua 11 orang," ujar Ditreskrimum Polda Jambi Kombes Pol Andri Ananta Yudhistira.

Polisi: Pencabutan Status Tersangka Hasya Harus Melalui Mekanisme Hukum

Polisi: Pencabutan Status Tersangka Hasya Harus Melalui Mekanisme Hukum

Top News • 1 hour ago

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo menjelaskan soal permintaan keluarga yang ingin status tersangka Hasya dicabut. Trunoyudo mengatakan pencabutan status tersebut ada mekanisme hukumnya.  

"Tersangka yang ditetapkan ini menjadi perhatian Kapolda, ini ada mekanisme hukum yang harus dilakukan. Ada mekanismenya jadi tidak bisa dengan otoritas," ujar Trunoyudo kepada wartawan, Sabtu (4/2/2023).

Trunoyudo mengatakan, pihaknya telah menggandeng dengan sejumlah pakar untuk mengkaji lebih jauh penetapan status tersangka terdapat almarhum Hasya.

"Kita akan mencoba dengan para pakar, kajian-kajian hukum secara formil. Ini kan formil, penetapan tersangka itu formil, kita lihat apakah pakar bisa memberikan suatu kajian ndi luar dari pada mekanisme yang berlaku," papar Trunoyudo.

Menanti Vonis Adil Sang Pengadil

Menanti Vonis Adil Sang Pengadil

Metro This Week • 2 hours ago

Sidang pembunuhan Brigadir J memasuki masa krusial atau babak akhir. Majelis hakim diminta untuk mampu memutus perkara secara profesional.

13 Februari mendatang akan menjadi hari pertama hakim memberikan vonisnya kepada Ferdy Sambo, kemudian Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf dan Eliezer di hari yang berbeda. 

Sebelumnya, Komisi Yudisial (KY) mengakui adanya eskalasi 'serangn-serangan' terhadap majelis hakim menjelang sidang vonis. Muncul kekhawatiran akan ada pihak yang mengintervensi putusan hakim. 

Lalu bagaimana caranya membuat hakim terhindar dari godaan yang dapat mempengaruhi putusan vonis?

Kuasa Hukum: Arif Rachman Arifin Dinilai Berperilaku Jujur dan Terbuka oleh Hakim

Kuasa Hukum: Arif Rachman Arifin Dinilai Berperilaku Jujur dan Terbuka oleh Hakim

Primetime News • 2 hours ago nasional

Terdakwa kasus perintangan penyidikan (obstruction of justice) pembunuhan Brigadir J, Arif Rachman Arifin telah menyampaikan nota pembelaan (pleidoi) atas tuntutan jaksa. Kuasa hukum Arif Rachman Arifin, Juaedi Saibih menyebut, hakim menilai Arif Rachman Arifin mempunyai sikap jujur dan terbuka dalam memberikan keterangan. Sikap itu pula yang menjadi bahan pertimbangan dari jaksa.

"Majelis hakim menyampaikan terutama khusus untuk Arif Rachman Arifin bahwa ada pemeriksaan terlebih dulu. Karena (Arif Rachman Arifin) dinilai oleh ketua majelis sebagai pihak yang jujur dan terbuka sehingga dijadwalkan sidang terlebih dulu," urai kuasa hukum Arif Rachman dan Baiquni Wibowo, Junaedi Saibih dalam live program Primetime News, Metro TV, Sabtu (4/2/2023).

Menurut Junaedi Saibih, terdapat unsur yang belum terpenuhi terhadap Arif Rachman secara faktual yakni berkaitan dengan unsur Pasal 32 dan 33 UU ITE karena di dalamnya mengandung unsur computer related crime. 

Dalam kasus ini, Arif Rachman diyakini melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 Undang-Undang No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pelik Serangan Balik

Pelik Serangan Balik

Metro This Week • 2 hours ago

Menyerang balik dan saling bantah antara JPU dan kuasa hukum menjadi tontonan di PN Jakarta Selatan. Hal itu dilakukan saat terdakwa Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf serta Eliezer menanggapi ditolaknya nota pembelaan oleh jaksa. 

Jaksa menolak nota pembelaan Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal lantaran tidak memiliki dasar yuridis. Sementara itu, pihak kuasa hukum keduanya memastikan bahwa tuntutan jaksa hanya berdasarkan asumsi. 

Penolakan nota pembelaan juga dirasakan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Namun, pihak kuasa hukumnya justru menyerang balik jaksa dan menyebut jaksa telah memanipulasi fakta persidangan. 

Sementara itu, jaksa juga menolak nota pembelaan Eliezer yang berstatus justice collaborator. Kuasa hukum bersikukuh meminta hakim untuk membebaskan Eliezer dari jeratan pidana atau diringankan hukumannya. 

Polri di Pusaran Sengkarut Kecelakaan Maut

Polri di Pusaran Sengkarut Kecelakaan Maut

Metro This Week • 2 hours ago

Kredibilitas Polri kembali diuji. Dua peristiwa kecelakaan maut di Jakarta dan Cianjur masih berlarut-larut bahkan menjadi sengkarut. Publik pun kini menagih transparansi dari institusi Polri.
 
Setelah tewas tertabrak oleh kendaraan pensiunan Polri AKBP Purnawirawan Eko Setia Budi Wahono di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada 6 Oktober 2022 Muhammad Hasya Attalah Syahputra, Mahasiswa Universitas Indonesia yang sudah meninggal dunia justru ditetapkan sebagai tersangka. Pihak kepolisian menyebut Hasya lalai dalam mengendarai sepeda motor sehingga tewas tertabrak. Sementara pengendara SUV tidak ditetapkan sebagai tersangka karena telah mengikuti aturan lalu lintas.

Untuk mengusut kasus agar lebih terang benderang, Kapolri memerintahkan Polda Metro Jaya membentuk tim khusus agar kasus ini diusut kembali. Tim gabungan pencari fakta pun dibentuk untuk mengungkap fakta mengenai kasus ini. Polda Metro Jaya pun telah melakukan rekonstruksi ulang kasus kecelakaan  almarhum Hasya meski upaya ini dinilai terlambat karena persoalan yang sudah terlanjur menjadi polemik di ruang publik. 

Sementara itu di Cianjur Jawa Barat, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan iring-iringan pejabat Polri juga menewaskan seorang Mahasiswi Univeristas Suryakencana Cianjur, Selvi Amalia Nuraeni. Selvi meninggal di tempat setelah ditabrak rombongan mobil di Jalan Raya Bandung-Cianjur pada Jumat pekan lalu.

Keluarga korban menuntut polisi profesional dalam menyidik siapa penabrak Selvi. Keluarga menduga polisi terburu-buru menetapkan tersangka dalam perkara yang diduga menyeret oknum anggota polisi. Menurut keluarga penabrak Selvi adalah mobil jenis MPV yang merupakan bagian rombongan polisi tapi polisi justru menetapkan sopir dari mobil lain sebagai tersangka.

IRT Pelaku Pelecehan 11 Anak di Jambi Ditetapkan Tersangka

IRT Pelaku Pelecehan 11 Anak di Jambi Ditetapkan Tersangka

Headline News • 2 hours ago

Setelah melakukan pemeriksaan mendalam, Ditreskrimum Polda Jambi menetapkan NT ibu rumah tangga pelaku pelecehan seksual terhadap 11 anak di bawah umur menjadi tersangka. NT saat ini masih diperiksa intensif di Mapolda Jambi.

Berdasarkan informasi awal, ada 11 anak di bawah umur yang menjadi korban pelecehan oleh NT. Dari 11 korban, sembilan merupakan anak laki-laki dan dua lainnya anak perempuan.

Pelaku NT dan para korban tinggal dalam satu kawasan yang sama. Pelaku diketahui memiliki rental video game di rumahnya. Aksi pelecehan tersebut diduga dilakukan saat anak-anak tengah bermain game. Menurut pengakuan salah satu orang tua korban, aksi pelecehan yang menimpa anak mereka tersebut sudah dilakukan berulang kali. 

Ditreskrimum Polda Jambi Kombes Pol Andri Ananta Yudhistira menyampaikan saat ini pihaknya masih mendalami motif sebenarnya dari aksi pelaku dan kemungkinan adanya korban lain.

Mantan Komisioner KPK Ngaku Tak Heran Skor IPK Indonesia Anjlok

Mantan Komisioner KPK Ngaku Tak Heran Skor IPK Indonesia Anjlok

Primetime News • 3 hours ago

Skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia mengalami penurunan di 2022. Transparansi Internasional Indonesia menyebut skor ini menjadi yang terburuk selama dua dekade. Mantan Komisioner KPK, Saut Situmorang pun mengaku tidak kaget dan tidak heran dengan hal tersebut. 

Saut menyebut saat dirinya berada di KPK selama empat tahun, KPK telah melakukan OTT lebih dari 87 kali. Bahkan sebelum meninggalkan meninggalkan KPK di 2019, IPK Indonesia masih berada di angka 40. 

Saut juga mengatakan penyebabnya adalah OTT sudah menjadi patokan karena memang persepsi pencegahannya berbeda ketika UU KPK berjalan. Jadi, seolah-olah konsep pencegahan itu merupakan sebuah justifikasi, kemudian muncul tentang restorative justice.

Kepatuhan dan Relasi Kuasa Jadi Fokus Nota Pembelaan Eliezer

Kepatuhan dan Relasi Kuasa Jadi Fokus Nota Pembelaan Eliezer

HOTROOM • 3 hours ago nasional

Kuasa hukum Richard Eliezer, Ronny Talapessy mengungkapkan nota pembelaan Eliezer berfokus pada relasi kuasa dan kepatuhannya atas perintah Ferdy Sambo. Hal itu berkaitan dengan posisi Eliezer sebagai anak buah Sambo yang telah dibuktikan juga di pengadilan. 

"Dari fakta persidangan sudah terungkap terkait dengan relasi kuasa, Richard secara de jure dan de facto karena ada surat dinas kemudian bekerja sebagai atasan dan bawahan itu dari fakta persidangan yang terungkap," urai kuasa hukum Richard Eliezer, Ronny Talapessy.

Sementara soal isu perselingkuhan, Ronny menyebut Eliezer tak tahu menahu soal hubungan khusus antara Brigadir J dan Putri Candrawathi. Sehingga pihaknya memilih tidak memasukkan isu tersebut dalam nota pembelaan.

"Saya pikir pembelaan arahnya bukan ke situ," ujar Ronny. 

Pakar: Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI Berpeluang Diperiksa Kembali

Pakar: Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI Berpeluang Diperiksa Kembali

Primetime News • 3 hours ago

Banyak kejanggalan yang terjadi dalam kasus kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI bernama M Hasya Attala. Pakar hukum pidana Asep Iwan Iriawan menyebut, perkara ini berpeluang untuk diperiksa kembali, tidak hanya rekonstruksi ulang.

"Dalam langkah presisi transparansi harus dibuka. Laporan yang diberikan keluarga almarhum harus ditindak lanjuti, kalau memang itu ada bukti-bukti permulaan kenapa tidak," ujar Asep Iwan Iriawan.

Sebelumnya pihak kepolisian telah menetapkan M Hasya yang juga merupakan korban sebagai tersangka atas kecelakaannya, polisi juga melayangkan SP3 sebagai bentuk penghentian dari penyidikan.

Anggota Komisi III DPR Fraksi NasDem Taufik Basari menyebut, penetapan tersangka dalam kasus ini merupakan hal yang tidak perlu dilakukan oleh pihak kepolisian. Taufik menyebut seorang tersangka yang ditetapkan harus diperiksa terlebih dahulu, baru kemudian ada tindak lanjut mengenai SP3.

"Ketika seseorang itu meninggal pada saat kejadian, maka pada saat itu pula pertanggung jawaban pidana terhadap orang yang meninggal itu gugur seketika," ujar Taufik Basari.

Kasus Polisi Peras Polisi, Bripka Madih Bakal Dikonfrontasi dengan Oknum Penyidik

Kasus Polisi Peras Polisi, Bripka Madih Bakal Dikonfrontasi dengan Oknum Penyidik

Metro Hari Ini • 3 hours ago nasional

Anggota Provos Polsek Jatinegara Bripka Madih mengaku mengalami pemerasan oleh sesama rekan polisi ketika melaporkan kasus sengketa tanah. Atas kasus ini, Polda Metro Jaya akan melakukan konfrontasi antara Bripka Madih dengan oknum penyidik. 

Bripka Madih mengungkapkan kronologi pemerasan yang bermula dari adanya sengketa tanah milik orang tuanya. Bripka Madih dihubungi oleh AKP TG untuk datang ke polda guna memeriksa berkas-berkas terlapor, lalu ditemukan akte tanpa cap jempol. Setelah pemeriksaan berkas, ada surat pernyataan yang dibuat untuk menempati lahan milik keluarga Bripka Madih. 

Setelah itu, Bripka Madih diminta untuk meninggalkan ponsel di luar ruangan oleh AKP TG. AKP TG mengatakan ada surat dari Polda Metro Jaya untuk menyiapkan uang penyidikan, jika tidak disiapkan maka tidak akan diproses.  

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko awalnya menjelaskan terkait kasus yang dilaporkan oleh orang tua Madih pada 2011. Trunoyudo membantah jika dikatakan penyidikan kasus tersebut terhenti. Penyidik, kata dia, telah memeriksa saksi-saksi atas laporan orang tua Madih.

Dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Trunoyudo menjelaskan ada sembilan akta jual beli (AJB), dari total luas tanah sekitar 3.649,5 meter persegi yang kemudian tinggal 761,5 meter persegi karena adanya jual beli tanah.

Penyidik telah melakukan pemeriksaan keotentikan akta jual beli (AJB) tersebut dengan melakukan pemeriksaan cap jempol. Hasilnya, dinyatakan AJB tersebut otentik. 

PJ Gubernur DKI Jakarta Beri Nama Anak Jerapah di Ragunan

PJ Gubernur DKI Jakarta Beri Nama Anak Jerapah di Ragunan

Metro Hari Ini • 3 hours ago

Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono memberikan nama anak gajah sumatera dan jerapah milik Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.
 
Anak gajah yang lahir dari induknya ini dinamai Unggul oleh Heru. Sementara, anak jerapah yang lahir di hari yang sama diberi nama Tazoo. Tazoo sendiri merupakan akronim Taronga Zoo Australia tempat kedua induknya berasal.

Sebelumnya, Induk Tazoo yakni Ayuri dan Dirgah dihadiahi nama oleh Basuki Tjahaja Purnama saat menjabata sebagai Gubernur DKI Jakarta.
 
Saat ini, Taman Marga Satwa Ragunan memiliki 14 ekor gajah sumatera yang terdiri dari lima gajah jantan dan sembilan gajah betina. Kemudian untuk jerapah hanya ada empat ekor yang berasal dari induk yang sama yakni Dirgah, Ayuri, Unggul, dan Tazoo.

Pencabulan 11 Anak di Jambi, Kriminolog: Wanita Juga Bisa Jadi Pelaku

Pencabulan 11 Anak di Jambi, Kriminolog: Wanita Juga Bisa Jadi Pelaku

Primetime News • 4 hours ago

Kriminolog UI Adrianus Meliala mengungkapkan kasus pencabulan 11 anak di bawah umur di Jambi merupakan bukti wanita bisa menjadi pelaku kekerasan seksual. Kasus ini juga disebut berbeda dengan tipikal kekerasan seksual pada umumnya. Sebab umumnya, pelaku digambarkan sebagai pria dewasa, tempatnya di rumah pribadi dan modusnya adalah rayuan.

"Kasus ini memperlihatkan bahwa ternyata wanita juga bisa menjadi pelaku kekerasan seksual. Dari segi tempat ternyata bukan rumah pribadi yang merupakan kencenderungan dan diiming-imingi film biru yang merupakan adegan si pelaku sendiri," ujar Adrianus Meliala.

Adrianus menambahkan, sangat mungkin tersangka tidak terpenuhi hasratnya dalam berhubungan dengan pria dewasa. Tersangka juga diduga memiliki penyimpangan seksual sebab lebih menyenangi dan berminat dengan anak-anak sebagai obyek seksual. Oleh sebab itu, perlu ada penanganan lebih lanjut atas penyimpangan ini. 

"Tindak pidana untuk menghentikan perilaku tersangka saja tidak cukup, karena gangguan seksual sifatnya menahun atau warisan. Jika ia kembali menemui satu rangsangan yang kurang lebih sama kemudian ia cenderung akan mengulanginya lagi," pungkas Adrianus Meliala. 

Dirreskrimum Polda Jambi Andri Ananta mengungkap, tersangka pencabulan 11 anak di bawah umur di Jambi mengajak anak-anak yang sedang bermain video game di tempat penyewaan milik tersangka. Saat itu tersangka hanya sendiri dan suami tidak berada di rumah.

Fakta-Fakta Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI

Fakta-Fakta Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI

Primetime News • 4 hours ago

Kasus meninggalnya mahasiswa UI dalam kecelakaan yang melibatkan Purnawirawan polisi mengundang perhatian publik. Polisi telah membentuk tim untuk mendalami kasus ini, termasuk mengadakan rekonstruksi.

Berdasarkan reka adegan, Hasya yang mengendarai Kawasaki Bajaj Pulsar jatuh dan tertabrak oleh mobil Pajero yang dikemudikan Eko. Menurut keterangan polisi, kecepatan Hasya 60 kilometer/jam sedangkan mobil Eko 30 kilometer/jam. 

Dari perkembangan kasus, pengendara mobil disebut tidak membantu Hasya setelah tertabrak dan membiarkan Hasya menggelepar di aspal hingga tak sadarkan diri. Sementara kesaksian dari driver ojek online bernama Agus menyebut, Purnawirawan Polri AKBP Eko Setio Budi Wahono ikut mengantar Hasya ke rumah sakit. Namun, yang menghubungi pihak ambulans adalah Agus.

Adapun kejanggalan lain yang disoroti adalah mobil penabrak berubah warna. Pemilik mobil mengubah warna mobil yang aslinya berwarna hitam pada saat terekam kamera ketika menabrak Hasya, kemudian menjadi putih saat mobil kembali muncul di rekonstruksi.

Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, hasil rekontruksi ulang yang digelar beberapa waktu lalu, merupakan bagian dari pendalaman yang dilakukan pihak kepolisian terhadap laporan yang dilayangkan oleh orang tua M Hasya Attalah Syaputra.

3 Kesamaan Isi Pleidoi Terdakwa Obstruction of Justice Kasus Brigadir J

3 Kesamaan Isi Pleidoi Terdakwa Obstruction of Justice Kasus Brigadir J

Metro Hari Ini • 4 hours ago

Isi nota pembelaan atau pleidoi dari 6 terdakwa kasus perintangan penyidikan pembunuhan berencana Brigadir Yosua, secara umum memiliki tiga kesamaan. 

Isi pleidoi terdakwa Arif Rachman Arifin, Hendra Kurniawan, Agus Nur Patria, Baiquni Wibowo, Irfan Widyanto serta Chuck Putranto, sama-sama mengaku seluruh tindakannya dilakukan atas perintah atasan yang sah yakni Ferdy Sambo.

Ke-6 terdakwa dalam pleidoinya juga tidak mengetahui peristiwa yang sebenarnya terjadi di Rumah Dinas Kadiv Propam Polri di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Poin ke-3 dari kesamaan pleidoi para terdakwa yakni mereka menilai seharusnya kasus ini tidak perlu disidang secara pidana karena ke-6 terdakwa sudah melalui sidang kode etik di institusi Polri.

Terdakwa Irfan Widyanto juga menyatakan hal serupa. Irfan menyebut dirinya hanya menjalankan perintah atasannya dengan itikad baik dan menyebut dalam institusi Polri seluruh personelnya dididik untuk selalu patuh hingga cenderung tidak mempertanyakan kebenaran perintah atasannya.
 
Terdakwa Baiquni Wibowo melalui kuasa hukum menilai bahwa tindakan kliennya yang berinisiatif menyalin rekaman CCTV telah membuka tabir peristiwa pembunuhan berencana yang menimpa Brigadir Yosua pada 8 Juli 2022 lalu. Hal ini seharusnya bisa membebaskan Baiquni dari tuntutan pidana yakni 2 tahun penjara dan denda Rp10 juta.
 
Terdakwa Chuck Putranto juga menilai tuntutan jaksa sangatlah  berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta-fakta persidangan. Secara khusus dakwaan Pasal 33 Undang-Undang ITE yang mengatur sistem elektronik sama sekali tidak relevan dengan tindakan fisik terdakwa.

Anak Sakit Hemofilia, Arif Rahman Minta Divonis Bebas

Anak Sakit Hemofilia, Arif Rahman Minta Divonis Bebas

Metro Hari Ini • 4 hours ago

Tim penasehat hukum terdakwa Arif Rahman Arifin, Marsella Santoso meminta majelis hakim untuk membebaskan kliennya dari seluruh dakwaan dan tuntutan atas kasus obstruction of justice pembunuhan berencana Brigadir Yosua. Marsella menyebut, kliennya memiliki anak yang mengidap penyakit gangguan darah atau Hemofilia tipe A sehingga membutuhkan biaya pengobatan yang cukup besar. 

“Salah satu anak dari terdakwa Arif Rahman Arifin dalam proses pengobatan untuk penyakit darah, Hemofilia tipe A yang dideritanya dan membutuhkan biaya tidak sedikit,” kata Tim Penasihat Hukum Arif Rahman dalam Pleidoinya di PN Jakarta Selatan, Jumat (3/2/2023).

Dengan ditahannya Arif, maka anak dan istrinya harus bergantung pada orang tua dan mertua Arif untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Sementara pada isi pleidoi pribadinya, Arif menyebut dirinya hanyalah menjalankan perintah atasannya yaitu Ferdy Sambo. Arif menambahkan bahwa ia tidak kuasa untuk menolak perintah dari Ferdy Sambo, mengingat adanya pola berjenjang dan budaya organisasi di tubuh Polri yang membuat Arif untuk sulit menolak perintah langsung dari mantan Kadiv Propam Polri tersebut.

Istri terdakwa Arif Rahman Arifin, Nadia Rahma mengaku menyesal dan tidak menyangka jika Ferdy Sambo telah menghancurkan karir suaminya. Nadia mengungkapkan sempat merasa takut dan terancam ketika suaminya harus menyampaikan kesaksian yang bertentangan dengan Ferdy Sambo saat di persidangan. 

Seperti diketahui, jaksa menuntut terdakwa Arif Rahman Arifin dengan pidana 1 tahun penjara dan denda 10 juta rupiah subsider 3 bulan penjara karena dianggap terlibat menghancurkan laptop yang berisi salinan rekaman CCTV detik-detik tewasnya Brigadir Yosua.

Tak Terima Ditegur, Oknum PNS Aniaya Pedagang Martabak

Tak Terima Ditegur, Oknum PNS Aniaya Pedagang Martabak

Primetime News • 5 hours ago

Seorang penjual martabak di Bandar Lampung dianiaya seorang oknum PNS yang tak terima ditegur di Jalan Gajah Mada, Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung, Jumat (3/2/2023). 

Dari hasil rekaman CCTV, pelaku yang diduga oknum PNS marah karena tidak terima pedagang martabak meminta dirinya untuk tidak parkir di depan warung, alasannya karena menghalangi. 

Oknum PNS tersebut marah dan memukul bagian pipi sebelah kanan serta beberapa kali mendorong korban.

Tak puas dengan itu, pelaku masuk ke dalam mobil untuk mengambil sebilah besi dan kembali menghampiri penjual martabak sambil marah. Pelalu lalu memukulkan sebilah besi ke tiang dan sempat menyeruduk pelipis korban.

Ibu Rumah Tangga di Jambi Diduga Cabuli 11 Anak di Bawah Umur

Ibu Rumah Tangga di Jambi Diduga Cabuli 11 Anak di Bawah Umur

Metro Hari Ini • 5 hours ago

Ditreskrimum Polda Jambi menetapkan NT, seorang ibu rumah tangga sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap 11 anak di bawah umur. Penetapan tersangka dilakukan usai pemeriksaan terhadap para korban.

Sedikitnya 11 anak korban pelecehan seksual oleh NT mengaku dalam paksaan saat terjadinya pelecehan seksual. Selain itu, para korban juga dipaksa untuk menonton film porno. Dari ke-11 korban, dua di antaranya merupakan anak kandung pelaku pelecehan.

Kasus ini terungkap setelah sejumlah korban mengadukan perbuatan NT ke orang tua mereka. Hingga akhirnya kasus ini dilaporkan ke PPAD Ditreskrimum PDA Jambi, Jumat (3/2/2023).

Ditreskrimum Polda Jambi Kombes Pol Andri Ananta Yudhistira membenarkan pelaku sudah diamankan dan statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih mendalami apakah motif sebenarnya dari aksi pelaku dan kemungkinan bertambahnya jumlah korban pelecehan seksual oleh NT.

Pengacara Sopir Audi Yakin Kliennya Tidak Tabrak Selvi Amelia

Pengacara Sopir Audi Yakin Kliennya Tidak Tabrak Selvi Amelia

Metro Hari Ini • 5 hours ago

Pengacara sopir Audi 18 yakin kliennya tidak menabrak Selvi Amelia, mahasiswi Cianjur korban tabrak lari. Pihaknya akan melakukan upaya hukum hingga proses persidangan, Sabtu (4/2/2023).

Pihak pengacara mengaku sudah mengantongi barang bukti berupa video amatir bahwa mobil yang dikendarai Sugeng sempat diperiksa warga sekitar. Saat itu, tidak ditemukan ada goresan maupun bekas melindas atau menabrak korban sehingga mobil yang dikendarai Sugeng dilepas oleh warga yang sempat mengejar.

Pengacara juga akan membuktikan di persidangan bahwa kliennya bukan pelaku sebenarnya dan ada pelaku lain dengan mobil lain yang menabrak Selvi Amelia.

Sebelumnya, Sugeng ditetapkan sebagai tersangka pelaku tabrak lari Selvi Amelia mahasiswi Cianjur dan bersikeras mengaku kepada pengacara bahwa ia tidak menabrak Selvi dan bukan pelaku sebenarnya.

Bakal Calon DPD Bengkulu Ditembak OTK Saat Hendak Salat Jumat

Bakal Calon DPD Bengkulu Ditembak OTK Saat Hendak Salat Jumat

Headline News • 5 hours ago

Bakal Calon anggota DPD Bengkulu ditembak oleh orang tak dikenal hingga mengalami 3 luka tembak. Polisi masih memburu pelaku yang diduga lebih dari satu orang.

Rahiman Dani, calon anggota DPD Bengkulu pada Pemilu 2024 mendatang tiba-tiba ditembak di dekat rumahnya di Kelurahan Talang Kering, Muara Bangkahulu, saat hendak pergi salat jumat.

Pelaku yang diduga lebih dari satu orang mengincar korban dan melepaskan tembakan sebanyak 3 kali hingga mengenai punggung dan lengan kiri. Korban saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu.

Saat olah tkp, polisi menemukan satu bekas selongsong peluru di tepi jalan. Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Armed Wijaya mengatakan, pelaku sudah profesional dalam menggunakan senjata api. Sementara polisi masih menyelidiki motif penembakan.

Penuh Tanda Tanya, Keluarga Selvi Amelia Penasaran Siapa Pelaku Tabrak Lari Sebenarnya

Penuh Tanda Tanya, Keluarga Selvi Amelia Penasaran Siapa Pelaku Tabrak Lari Sebenarnya

Metro Hari Ini • 5 hours ago

Keluarga Selvi Amelia, mahasiswi Cianjur yang menjadi korban tabrak lari tidak puas dengan penanganan kepolisian karena masih menyimpan tanda tanya atas pelaku sebenarnya.

Pihak keluarga Selvi mengatakan dari hasil temuan pengacaranya, pelaku tabrak lari bukanlah Sugeng yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, melainkan ada pelaku lain dengan jenis mobil yang berbeda dalam iring-iringan rombongan polisi.

"Tentu keluarga, apa yang telah disampaikan belum merasa puas dengan hasil penyelidikan kepolisian. Mobil angkot itu kan sampai sekarang belum ketauan," ujar orang tua Selvi Amelia, Yayan Sopian.  

Meski demikian, orang tua korban sangat menghormati penyidikan kasus ini oleh pihak kepolisian. Nantinya temuan dua versi ini akan dibuktikan di persidangan.

Pihak keluarga juga berharap agar pihak kepolisian berlaku adil dan jujur dalam mengungkap kasus ini.

Cegah Adanya Kecelakaan, Tukang Becak di Lamongan Tambal Jalan Berlubang

Cegah Adanya Kecelakaan, Tukang Becak di Lamongan Tambal Jalan Berlubang

Newsline • 5 hours ago

Seorang tukang becak di Lamongan, Jawa Timur bernama Ghufron melakukan tambal sulam jalan yang berlubang. Ia melakukan hal tersebut di Jalan Kecamatan Deket menuju Kecamatan Karangbinangun. Hal ini bertujuan untuk melindungi putrinya agar tidak terjadi kecelakaan dan terperosok di jalan yang rusak. 

Selain untuk melindungi putrinya, aksi juga dilakukan karena banyaknya jalan berlubang yang menyebabkan pengguna jalan kecelakaan. 

Ghufron melakukan aksinya ketika ia belum mendapatkan penumpang. Ia menambal jalan berlubang menggunakan material bekas kerukan aspal dan peralatan seadanya seperti martil dan solar dari rumahnya. 

Saksi Sebut Kecelakaan Mahasiswa UI Akibat Menghindari Sumur Resapan

Saksi Sebut Kecelakaan Mahasiswa UI Akibat Menghindari Sumur Resapan

Metro Hari Ini • 6 hours ago

Saksi menyebut kecelakaan yang mengakibatkan tewasnya mahasiswa UI, M Hasya Attalah Syaputra terjadi karena korban menghindari sumur resapan. Warga juga menilai lokasi tersebut kurang penerangan.

Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jaksel, Kamis (6/10/2022) malam saat keadaan hujan. Sehingga ketika korban menghindari sumur resapan, ia jatuh dan terlindas oleh mobil mantan pensiunan polisi AKBP Eko Setya Budi Wahono.

Sebelumnya dikatakan bahwa, kecelakaan ini sudah dilaporkan oleh keluarga korban, pada 7 Oktober 2022 yang lalu. Namun, hingga saat ini masih belum ada titik terang dari pihak korban juga maupun dari pihak yang menabrak. 

Pada 16 Januari 2023, M Hasya ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian karena dianggap lalai dalam mengendarakan sepeda motor. Terlampir juga SP3 yang mengatakan bahwa penghentian penyidikan oleh pihak kepolisian.

Eks Jaksa Duga Tuntutan Perselingkuhan Putri Candrawathi Salah Ketik

Eks Jaksa Duga Tuntutan Perselingkuhan Putri Candrawathi Salah Ketik

HOTROOM • 6 hours ago nasional

Mantan jaksa senior, Jasman Panjaitan menduga jaksa salah ketik tuntutan terdakwa Putri Candrawathi soal adanya perselingkuhan, pelecehan seksual dan pemerkosaan dalam kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Kalau saya tidak yakin apakah ini salah ketik atau bagaimana, karena tidak ada kaitan perselingkuhan, pelecehan seksual dan pemerkosaan. Tidak ada kaitannya dengan pasal yang dipersangkakan," urai eks jaksa Jasman Panjaitan dalam program Hotroom Metro TV yang dipandu oleh Hotman Paris.

Sebelumnya, Putri Candrawathi dituntut hukuman pidana delapan tahun penjara. Dalam kasus ini, Putri terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pemotor di Cikole Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Pemotor di Cikole Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Headline News • 6 hours ago

Akibat angin kencang pohon pinus berukuran lebih dari 15 meter tumbang di kawasan Cikole, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Akibatnya satu satu pengendara sepeda motor asal Karawang tewas di tempat.

Warga langsung berlari dan membantu pengendara yang tertimpa pohon pinus dengan ketinggian lebih dari 15 meter yang menimpa pengendara sepeda motor. 

Kemacetan parah juga terjadi di dua arah yang merupakan lalu lintas kawasan wisata baik yang mengarah ke Lembang maupun ke Subang. Petugas kepolisian Brimob dan petugas Perhutani mengevakuasi pohon tumbang yang melintang tersebut dengan alat pemotong.

Peristiwa pohon tumbang di kawasan ini kerap kali terjadi berulang, warga berharap pemerintah setempat bisa mengantisipasi pohon tumbang dengan cara dipotong dan dirawat secara berkala. 

Selundupkan Narkoba dari India, Emak-Emak di Tangerang Ditangkap Polisi

Selundupkan Narkoba dari India, Emak-Emak di Tangerang Ditangkap Polisi

Headline News • 6 hours ago

Petugas Kepolisian Polres Metro Tangerang Kota mengungkap peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang dikirim dari India. Untuk mengelabuhi petugas, jaringan narkoba antar negara ini menyembunyikan sabu-sabu ke dalam kancing gaun wanita.

Seorang ibu rumah tangga berinisial DS di Koja Jakarta Utara, ditangkap satuan Reserse Narkoba Polres Metro Tangerang Kota setelah menerima paket yang berisi narkoba jenis sabu.
 
Pengungkapan peredaran narkoba ini dari laporan masyarakat bahwa ada kiriman paket berisikan narkoba yang ditujukan ke tempat tinggal DS. Saat diperiksa petugas kepolisian, DS membuka paket tersebut dan didapati lima busana pesta serta 205 buah kancing baju. Seluruh kancing gaun wanita tersebut dibuka dan didapati sabu sebanyak 300 gram lebih.

Kapolresta Tangerang Kota mengatakan, saat ini polisi mencari IW yang merupakan teman sekaligus pengirim paket narkoba dari India tersebut. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya DS dijerat undang-undang narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Suara Dari Selatan (3)

Suara Dari Selatan (3)

Melihat Indonesia • 7 hours ago

Musik Nanyin adalah salah satu warisan budaya yang juga disebut sebagai fosil hidup musik Tionghoa kuno. Apakah musik ini dapat bertahan ditengah keengganan kaum muda Tionghoa untuk mempelajarinya?

Musik Nanyin biasa dimainkan di dalam berbagai kegiatan sehari-hari masyarakat Minnan, diantaranya upacara musim semi dan musim gugur untuk Lang-jun, acara pernikahan dan pemakaman, dan lain-lain. 

Selain untuk orkes musik yang berdiri sendiri, musik Nanyin juga dipergunakan sebagai musik latar opera-opera Fujian Selatan seperti Opera Liyuan, Opera Dacheng, Opera Gaojia dan permainan wayang gantung Quanzhou .

Suara Dari Selatan (2)

Suara Dari Selatan (2)

Melihat Indonesia • 7 hours ago

Musik Nanyin adalah salah satu warisan budaya yang juga disebut sebagai fosil hidup musik Tionghoa kuno. Apakah musik ini dapat bertahan ditengah keengganan kaum muda Tionghoa untuk mempelajarinya?

Musik Nanyin biasa dimainkan di dalam berbagai kegiatan sehari-hari masyarakat Minnan, diantaranya upacara musim semi dan musim gugur untuk Lang-jun, acara pernikahan dan pemakaman, dan lain-lain. 

Selain untuk orkes musik yang berdiri sendiri, musik Nanyin juga dipergunakan sebagai musik latar opera-opera Fujian Selatan seperti Opera Liyuan, Opera Dacheng, Opera Gaojia dan permainan wayang gantung Quanzhou .