30 September 2026 19:12
Banjarmasin: Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah korban KMP Virgo Transport 8 pada hari ke-18 operasi pencarian. Jenazah ditemukan di perairan Kalimantan Tengah pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00-02.00 WIB dan kini dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi.
“Memasuki hari ke-18 pencarian, satu jenazah korban KM Virgo Transport 8 ditemukan di perairan Kalimantan Tengah pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00-02.00 WIB. Korban saat ini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi lebih lanjut,” ujar Jurnalis Metro TV, Satrio Adi dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Rabu 30 September 2026.
Sementara itu, tim penyelam yang melakukan pencarian di lokasi karamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Jawa, hingga sore hari belum menemukan jenazah yang dapat dievakuasi ke permukaan.
Tim SAR gabungan kini menghadapi tantangan dalam pencarian di dalam badan kapal. Bangkai KMP Virgo berada di kedalaman sekitar 30 meter dengan posisi kapal miring hingga 60 derajat.
Ttim penyelam Basarnas Special Group mulai kesulitan menemukan korban di bagian anjungan kiri yang sebelumnya lebih mudah diakses.
“Di anjungan kiri yang berada di atas, tim penyelam sudah tidak lagi melihat adanya jasad ataupun minim melihat jasad di posisi atas yang lebih mudah untuk diakses oleh tim penyelam,” kata Satrio.
Tim penyelam kemudian memfokuskan pencarian di bagian anjungan kanan dan dasar laut. Namun, kondisi di dalam kapal semakin menyulitkan karena sedimen pasir dan lumpur mulai masuk ke badan kapal sehingga mengurangi visibilitas penyelam.
“Visibilitas yang dimiliki penyelam saat ini sudah mulai minim sebab sudah banyak sedimen pasir dan juga lumpur yang masuk ke dalam badan kapal di hari pencarian ke-18 ini,” ujarnya.
Selain jarak pandang yang terbatas, penyelam juga menghadapi risiko bahan bakar minyak yang keluar dari kendaraan-kendaraan di area parkir KMP Virgo. Kondisi kendaraan di dalam kapal yang sudah tidak beraturan membuat area tersebut semakin berisiko bagi tim penyelam.
“Chemical yang berbahaya juga dapat berisiko bagi penyelam sebab area parkir kendaraan KMP Virgo ini sudah tidak beraturan dan mengeluarkan bahan bakar minyak dari kendaraan-kendaraan yang terparkir,” kata Satrio.
Durasi penyelaman yang tidak dapat dilakukan secara maksimal juga menjadi tantangan dalam pencarian. Karena itu, Basarnas terus mendorong pihak perusahaan untuk melakukan operasi salvage atau pengangkatan bangkai kapal.
“Basarnas terus mendorong pihak perusahaan untuk segera menggelar operasi salvage. Langkah ini dinilai akan mempermudah tim SAR gabungan dalam melaksanakan proses evakuasi di permukaan. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai jadwal pelaksanaan operasi tersebut dari pihak perusahaan maupun asuransi,” ujar Satrio.
Dengan penemuan satu jenazah pada hari ke-18, dari 243 data penumpang dalam manifes, sekitar 183 korban telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat, sementara 75 orang meninggal dunia.
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 60 orang yang belum ditemukan. Operasi SAR akan dilanjutkan hingga Sabtu pekan depan dengan pencarian tetap difokuskan di lokasi karamnya KMP Virgo Transport 8 serta perairan Kalimantan Tengah.