15 October 2026 16:13
Satuan Siber (Satsiber) TNI mematangkan sejumlah program kerja strategis untuk memperkuat sistem pertahanan di ruang digital pada peringatan ulang tahun ke-9. Langkah ini diambil guna merespons ancaman siber yang kian kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi global.
Beberapa inovasi utama yang dijalankan mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), validasi organisasi, pengembangan aplikasi ketahanan kognitif, serta penguatan perlindungan data dan infrastruktur digital untuk mendukung operasi siber.
Di samping itu, Satsiber TNI terus mengembangkan proyek strategis bernama Matadewa untuk memetakan profil dan menelusuri entitas yang terindikasi melancarkan serangan siber. Melalui langkah ini, kemampuan identifikasi ancaman di ruang digital dapat berjalan lebih tanggap dan presisi.
Komandan Satuan Siber TNI, Brigjen TNI Juinta Omboh Sembiring menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) di ruang siber.
"Kami Satsiber TNI saat ini dan terus akan kami kembangkan bersama dengan akademisi, government, media, private sector, dan komunitas siber untuk mewujudkan Sishankamrata di ruang siber," ujar Juinta dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis, 15 Oktober 2026.
Ia menjelaskan bahwa kemandirian teknologi serta kedaulatan negara di ruang digital tidak dapat dicapai secara sepihak, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh elemen melalui pendekatan pentahelix.
"Tidak mudah, tidak bisa dilakukan sendiri, sehingga implementasi dari ini kami membangun kekuatan bersama pentahelix tadi, melakukan augment siber, dan mengembangkan yang namanya inovasi-inovasi untuk mewujudkan kemandirian teknologi," lanjutnya.