Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mengoptimalkan sosialisasi layanan call center 112 sebagai pusat respons darurat terpadu bagi masyarakat. Dalam ekosistem ini, Kemkomdigi berperan menangani regulasi, memfasilitasi, hingga mengordinasikan penyedia layanan antar-instansi guna mempercepat penanganan saat terjadi kecelakaan maupun kebencanaan.
Salah satu daerah yang telah memaksimalkan pemanfaatan layanan ini adalah Kota Surabaya, Jawa Timur. Beroperasi penuh selama 24 jam dan bebas pulsa, call center 112 menjadi salah satu ujung tombak penanganan keadaan darurat agar pergerakan petugas dari posko-posko terdekat menjadi cepat tanggap serta tepat sasaran.
Penanganan Cepat 10–15 Menit di Lapangan
Keberadaan Command Center 112 bertindak sebagai penghubung vital antara masyarakat, pemerintah, dan petugas di lapangan melalui pemanfaatan teknologi konektivitas.
Manfaat respons cepat tersebut dirasakan langsung oleh salah seorang warga Surabaya, Johan Bagus. Ia menceritakan pengalamannya saat menyaksikan insiden
kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Ahmad Yani yang belum mendapatkan penanganan. Setelah menghubungi call center 112, petugas tiba di lokasi dalam waktu relatif singkat.
"Pernah pakai. Soalnya kan waktu saya jalan di daerah Ahmad Yani itu sempat ada kecelakaan dan itu belum ada yang menangani. Jadi saya langsung hubungi call center-nya 112 dan ya alhamdulillah penanganannya memang bagus, jadi cepat gitu, waktu 10–15 menitan sudah sampai sih penanganannya," ucap warga Surabaya Johan Bagus, dikutip dari tayangan
Prioritas Indonesia, Metro TV, Selasa, 20 Oktober 2026.
Hadirnya layanan terpadu ini menjadi gambaran nyata bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dapat memperkuat
pelayanan publik dan menjamin kepastian bantuan bagi warga yang membutuhkan dalam situasi darurat.