NEWSTICKER

ACT Selewengkan Dana Sumbangan?

9 July 2022 13:31

Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjadi sorotan setelah terendus dugaan penyelewengan dana umat untuk kepentingan pribadi petingginya. 

ACT yang didirikan pada 21 April 2005 bergerak di bidang sosial kemanusian program berbasis spiritual seperti kurban, zakat dan wakaf. ACT didukung oleh donatur, baik dari pribadi maupun perusahaan melalui program kemitraan. Cakupan kerja diperluas tidak hanya di Indonesia, tetapi di beberapa negara di dunia.

Awal mula kasus penyelewengan dana ini dimulai dari cover majalah tempo pada Sabtu(2/7/2022) yang berjudul "Kantong Bocor Dana Umat" yang terekspos dan viral di media sosial. Di dalam pemberitaan itu menuliskan bahwa petinggi ACT memiliki gaji Rp250 juta, dan diduga digunakan untuk kepentingan pribadi pendiri dan pemilik ACT.


Sederet polemik pun muncul. Mulai dari dugaan pelanggaran ACT mengelola dana sumbangan dari bisnis ke bisnis. Uang sumbangan yang masuk tidak langsung disalurkan kepada yang membutuhkan, tetapi diputar untuk bisnis sehingga menghasilkan keuntungan tertentu. ACT juga diduga mengirim dana ke terduga yang terafiliasi dengan Al-Qaeda yang sudah didalami aparat kepolisian. ACT juga memotong donasi 13,7% per tahun. Padahal di Pasal 6 Ayat 1 Peraturan Pemerintah No.29 1980 tentang pengumpulan dana sumbangan batas maksimalnya adalah 10%.