NEWSTICKER

Kenali dan Cegah Anak Jadi Pelaku Perundungan

1 September 2022 09:19

Kasus perundungan kembali memakan korban jiwa. Tak jarang, tekanan mental dan depresi, yang ditimbulkan membuat korban perundungan melakukan hal yang nekat. Peran orang tua pun diperlukan untuk mengajarkan pentingnya menghargai sesama manusia sedari dini, dan tetap dijaga hingga dewasa.

Menurut Psikolog remaja, anak, dan keluarga, Novita Tandry kondisi depresi pada anak bisa dideteksi melalui perilaku. Jika perilaku anak tidak seperti biasa, misalnya lebih murung, ada gangguan pada pola tidur dan makan, serta menarik riri dari pergaulan merupakan tanda yang mudah untuk dilihat sebagai gejala depresi.

Sementara itu, dari sisi perundung, salah satu ciri yang bisa dilihat pada anak menurut Novita, jika anak tersebut menunjukkan agresi bisa menjadi peneyebab si anak menjadi perundung. Sifat agresi itu, muncul akibat anak tidak mendapat rasa aman dan nyaman dari lingkungan rumah.

Jika bicara soal konsekuensi atau hukuman, yang didapatkan oleh pelaku perundungan baik itu, remaja maupun anak-anak agar efektif menurut Novita, hukuman yang diberikan bukan hanya teguran. Pihak terkait seperti sekolah harus melibatkan orangtua, dan korban perundungan harus dilibatkan untuk memberikan hukuman. Bukan hanya itu, perlu juga adanya pemantauan apakah perilaku bullying masih dilakukan baik itu di lingkungan sekolah atau pun keluarga.

Peran orang tua sangat diperlukan untuk selalu berkomunikasi pada anak secara hati ke hati secara intens untuk mengetahui ada atau tidaknya perubahan perilaku pada anak karena menjadi korban perundungan atau bullying.