2 August 2023 10:18
Warga Intan Jaya yang sebelumnya harus mengungsi akibat konflik bersenjata pada 2019 akhirnya bisa kembali pulang. Proses pemulangan dilakukan secara bertahap dari beberapa kota di Papua.
Pemerintah Daerah Intan Jaya, Papua Tengah memulangkan kembali warga yang sebelumnya mengungsi akibat konflik bersenjata yang terjadi sejak 2019.
Konflik bersenjata selama bertahun-tahun ini telah menyebabkan banyak korban jiwa dan harta, termasuk warga sipil. Akibatnya, sebagian besar warga yang tinggal di Intan Jaya merasa takut dan memutuskan untuk mengungsi ke kota-kota lain di luar wilayah tersebut, seperti Timika, Enarotali Paniai, dan Nabire.
Namun dalam enam bulan terakhir, tensi konflik bersenjata di wilayah tersebut mulai menurun. Pemerintah Daerah Intan Jaya melalui Dinas Sosial setempat merasa bahwa kondisi telah memungkinkan untuk memulangkan warga pengungsi kembali ke wilayah asalnya.
Pemulangan ini dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat perintis. Para pengungsi dipulangkan dari Bandara Nabire. Pemulangan juga akan dilakukan dari Timika dan Enarotali Paniai. Proses pemulangan ini akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan jadwal penerbangan dan kondisi cuaca.
Bupati Intan Jaya Apolos Bagau menyatakan bahwa pemerintah daerah melakukan upaya pemulangan ini karena situasi keamanan setempat telah membaik secara perlahan. Ia juga meminta semua pihak di Intan Jaya untuk sadar dan bertanggung jawab dalam menciptakan situasi yang aman. Sehingga kegiatan pemerintah dan masyarakat di wilayah tersebut dapat kembali berjalan normal.
"Di Kabupaten Intan Jaya sampai saat ini kondisi keamanan sudah mulai pulih," tutur Bupati Intan Jaya Apolos Bagau.
Pemulangan warga pengungsi ini menjadi langkah penting dalam membawa kembali harapan dan kehidupan normal bagi warga yang sebelumnya mengalami ketakutan dan terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka akibat konflik bersenjata. Pemulangan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perdamaian dan stabilitas yang lebih baik di wilayah Intan Jaya.