NEWSTICKER

Prostitusi Anak di Bengkulu, Pelaku Iming-Imingi Korban Rp100 Ribu Setiap Layani Pelanggan

21 September 2022 19:38

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Tonny Kurniawan mengaku bahwa laporan mengenai dugaan prostitusi anak di bawah umur yang melibatkan oknum guru sekolah dasar di Bengkulu berawal dari banyaknya laporan warga yang masuk melalui Whatsapp Selasa (13/9/2022). Setelah mendapat laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan.

Untuk meyakinkan korban masuk ke dunia prostitusi, pelaku menggunakan cara mengiming-imingi uang kepada korban.

"Mereka diiming-imingi oleh pelaku uang sebesar Rp100 ribu setiap kali melakukan transaksi dengan pelanggan," ungkap Tonny.

Selain itu, pelaku juga menyetubuhi semua korbannya sebelum nantinya ditawarkan kepada para pelanggan yang membutuhkan jasanya.

Sejumlah oknum guru di Rejang Lebong, Bengkulu nekat menjadi mucikari dan mengeksploitasi anak di bawah umur untuk dipekerjakan sebagai PSK. Awal mula oknum guru tersebut membuka usaha prostitusi dimulai ketika rumah tangganya hancur, hingga muncul rasa kehilangan dan sakit hati, lalu banyak yang memesan wanita penghibur kepadanya. 

Pelaku yang berstatus sebagai ASN dan berdinas sebagai guru di sekolah dasar tersebut sudah kehilangan akal sehat dan tidak lagi memikirkan profesi pengajar yang melekat di badannya. Para korban yang dipekerjakan oleh pelaku masih di bawah umur, namun pelaku berdalih bahwa para korban mengaku sudah berusia 18 tahun dan pelaku mengaku tidak pernah menawarkan secara paksa kepada korban, melainkan atas keinginan korban sendiri.