Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan 12 CEO dan pimpinan perusahaan investasi terbesar dunia, di Amerika Serikat (AS). Pertemuan ini membahas sejumlah langkah investasi untuk Indonesia.
Dalam pertemuan ini Presiden Prabowo didampingi CEO Danantara Rosan Roeslani, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, COO Danantara Pandu Sjahrir, dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono. Rosan menyebutkan pertemuan ini membahas perihal iklim investasi di Indonesia dan langkah-langkah pemerintah ke depannya.
"Dilanjutkan dengan one on one dari 12 perusahaan yang hadir itu. Masing-masing memberikan masukan. Kami dari Danantara juga melakukan pendekatan," ujar Rosan, dalam program Metro Pagi Primetime Metro TV, Sabtu, 21 Februari 2026.
Rosan menyebutkan sejumlah potensi kerja sama juga dihasilkan dari pertemuan ini. Dalam kesempatan yang sama, COO Danantara Pandu Sjahrir menyebutkan potensi investasi akan dilangsungkan dalam waktu dekat.
Kerja sama tersebut meliputi sejumlah sektor. Mulai dari sektor energi terbarukan hingga
artificial intelligence (AI).
Dia mengatakan Danantara terus melakukan komunikasi intensif untuk membahas potensi kerja sama lebih lanjut dengan para investor global tersebut. Kehadiran Danantara dipandang dapat menjadi mitra lokal yang memberikan kenyamanan dan kepercayaan bagi perusahaan internasional untuk berinvestasi.
"Memang kalau dilihat selama ini, para perusahaan investasi terbesar ini mungkin belum, kalau saya bilang belum tergarap secara optimal. Mereka lebih banyak berinvestasi di negara-negara lainnya," ungkap Rosan.
"Kebetulan dengan kehadiran Danantara ini mereka juga mempunyai potensi sebagai local partner Danantara dan itu memberikan kenyamanan dan confidence juga karena kita bisa bersama-sama investasi tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar Indonesia," ucap Rosan.