5 September 2026 14:15
PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Dumai memastikan kondisi operasional kilang tetap aman dan kondusif usai terdengarnya suara letupan keras pada Rabu, 2 September 2026 malam. Kejadian tersebut dipastikan bukan merupakan ledakan atau kebakaran, melainkan bagian dari prosedur keselamatan kerja.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina RU Dumai, Muhammad Rum, menjelaskan bahwa suara letupan tersebut berasal dari proses pelepasan tekanan (emergency release) yang dialirkan ke obor gas (flare). Peristiwa ini terjadi saat salah satu unit operasional kilang sedang melakukan proses startup.
"Ada kendala operasi di salah satu unit kita ya. Jadi pada malam itu karena ada kendala operasi, sistem kita secara prosedural ya kita mengamankan kilang, kita rilis press atau tekanan ke api obor flare," ujar Muhammad Rum dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu, 5 September 2026.
Akibat proses pelepasan tekanan tersebut, suara letupan terdengar cukup keras dan kobaran api pada obor flare terlihat lebih besar dari kondisi normal. Hal ini sempat menarik perhatian dan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat di sekitar area kilang.
Namun, manajemen Pertamina menegaskan bahwa tim di lapangan telah menangani situasi dengan cepat sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP) keselamatan yang berlaku. Seluruh fasilitas kilang dipastikan dalam kondisi aman tanpa ada kerusakan.
"Jadi memang bunyinya lumayan ya, tapi saya pastikan tidak ada ledakan, tidak ada kebakaran," tambah Rum.
Pihak Pertamina juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari kebisingan dan visual api tersebut. Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak khawatir, karena pemantauan rutin terus dilakukan guna memastikan standar keselamatan tetap terjaga.