20 August 2026 20:07
Gereja St. Ignatius Loyola, di Desa Sikka, Maumere, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap berdiri kokoh tanpa kerusakan berarti setelah diguncang gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Meski gempa tersebut memicu tanah longsor dan merusak banyak infrastruktur di sekitarnya, bangunan berusia 130 tahun ini nyaris tidak terdampak.
Bagi masyarakat setempat, ketahanan gereja bersejarah ini menjadi fenomena luar biasa. Pasalnya, gempa tersebut telah menyebabkan kerusakan rumah warga hingga menelan puluhan korban jiwa. Selain gempa utama, wilayah tersebut juga sempat diguncang ribuan gempa susulan.
Ini bukan pertama kalinya Gereja St. Ignatius Loyola selamat dari bencana besar. Bangunan ini tercatat tetap berdiri tegak saat gempa dan tsunami dahsyat melanda Flores pada 12 Desember 1992 silam.
Anggota Dewan Pastoral Paroki Sikka, Gregorius Tamela mengonfirmasi bahwa gereja tersebut telah melewati dua periode gempa besar dengan volume guncangan yang sangat kuat.
"Di Sikka ini memang dia (gereja) sudah mengalami dengan terakhir tanggal 15 Agustus yang baru lalu itu, berarti sudah dua kali dalam volume gempa yang begitu dahsyat, dan begitu ada gempa-gempa susulan juga itu beruntun terus. Itu mulai tahun 92 itu juga begitu," ujar Gregorius dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Kamis, 20 Agustus 2026.
Warga meyakini bahwa kekokohan gereja ini dipengaruhi oleh penggunaan fondasi batu yang sangat kuat. Namun, sebagian besar jemaat juga percaya bahwa keselamatan bangunan tersebut merupakan bentuk perlindungan Tuhan bagi warga Desa Sikka.