Kalimantan Darurat Kabut Asap, Warga Mengalami Iritasi dan gangguan Pernapasan

20 August 2026 16:46

Maraknya kebakaran hutan di banyak wilayah di Pulau Kalimantan mengakibatkan cemaran kabut asap mengepung berbagai kota. Parahnya cemaran kabut asap terjadi di wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Banjarbaru: Jarak Pandang Terbatas, Water Bombing Dikerahkan


Kabut asap mengepung Kalimantan Selatan, terutama di wilayah Liang Anggang, Kota Banjarbaru, sejak 19 Agustus 2026. Setiap pagi kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah ini membuat jarak pandang terbatas dan berdampak pada kemacetan lalu lintas. Kondisi ini kerap dirasakan warga Banjarmasin dan Banjarbaru hingga pukul 11.00 WIB.

Kabut asap terjadi akibat kebakaran hutan hebat yang melanda kawasan Liang Anggang pada malam hari. Banyaknya titik api dan sulitnya akses masuk pemadam membuat kondisi api terus meluas. Berdasarkan data BMKG Provinsi Kalsel, hingga 20 Agustus titik api sudah mencapai 8.000 lebih dengan luasan terdampak lebih dari 6.000 hektar.

Kepala BPBD Kalimantan Selatan, Rony Eka Saputra mengatakan saat ini petugas sudah seluruhnya dikerahkan untuk memadamkan titik api hingga menurunkan Heli Water Bombing.

Sampit: Langit Menguning dan Gangguan Pernapasan


Kondisi serupa terjadi di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Cemaran asap akibat kebakaran ratusan hektar lahan gambut telah mengubah warna langit menjadi kekuningan, terutama pada sore dan malam hari.

Selain jarak pandang yang terganggu, warga mulai mengeluhkan bau menyengat yang memicu iritasi mata dan gangguan saluran pernapasan (ISPA). Udara di Sampit kini dikategorikan dalam level tidak sehat.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kotim, Manggala Agni, TNI, Polri, serta relawan terus berjibaku memadamkan api di beberapa lokasi rawan, seperti Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Kecamatan Baamang.
   

Berau: Titik Panas Tertinggi di Kalimantan Timur


Bergeser ke Kalimantan Timur, kabut asap tebal menyelimuti Kota Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Penurunan kualitas udara ini memaksa warga untuk kembali menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan demi menghindari paparan asap.

Data terbaru BMKG Berau menunjukkan lonjakan signifikan jumlah titik panas (hotspot). Dari sebelumnya 426 titik, kini meningkat tajam menjadi 619 titik panas. Angka ini menjadikan Kabupaten Berau sebagai wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak di seluruh Kalimantan Timur.

Pemerintah daerah di seluruh wilayah terdampak terus mengimbau masyarakat untuk waspada dan membatasi aktivitas di luar ruangan, serta segera melaporkan jika menemukan titik api baru di lingkungan sekitar.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X