Keteguhan Iman Sumayyah

10 March 2026 22:01

Ustaz Das'ad Latif mengisahkan perjuangan luar biasa Sumayyah binti Khayyat, perempuan pertama dalam sejarah Islam yang wafat dalam keadaan mati syahid. Sebagai seorang budak milik Abu Jahal, Sumayyah harus melewati siksaan keji demi mempertahankan kalimat Lailahaillallah Muhammadur Rasulullah.

Meskipun dibujuk untuk menghina Nabi Muhammad SAW agar dibebaskan dari ikatan, Sumayyah tetap teguh pada pendiriannya tanpa sedikit pun ragu. Ia disiksa dengan cara ditenggelamkan di tengah padang pasir yang panas hingga tubuhnya ditempeli besi membara di hadapan suami dan anaknya.

Kemarahan Abu Jahal memuncak ketika ia mencoba memfitnah kehormatan Sumayyah dengan tuduhan cinta buta kepada Rasulullah. Namun, Sumayyah membalas penghinaan itu dengan meludahi wajah Abu Jahal dan menyebut mukanya tidak lebih baik daripada kotoran unta.

Seketika itu juga, Abu Jahal yang murka menghujamkan tombak ke tubuh Sumayyah berkali-kali hingga ia mengembuskan napas terakhir. Sumayyah wafat sebagai teladan bagi kaum perempuan dalam mempertahankan iman meskipun nyawa menjadi taruhannya.

"Semoga Ramadan hadir melahirkan insan dan pribadi seperti Sumayyah, teguh berjuang mempertaruhkan akidah walau taruhannya adalah jiwa," tutur Ustaz Das'ad Latif.

Ia mengingatkan bahwa tantangan umat saat ini bukanlah siksaan fisik, melainkan godaan jabatan yang sering kali membuat orang menggadaikan akidahnya. Ramadan hadir sebagai madrasah untuk mengendalikan diri agar manusia tidak menghalalkan segala cara demi mengejar ambisi duniawi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)