4 Faktor Penyebab Utama Kecelakaan Kereta Api di Indonesia

Wijokongko • 29 April 2026 10:25

Jakarta: Meskipun sering dipandang sebagai moda transportasi massal paling aman, risiko kecelakaan tetap membayangi perkeretaapian tanah air. Menyusul insiden hebat di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, publik mendesak adanya transparansi mengenai pemicu kegagalan sistemik dalam perjalanan kereta. 

Berdasarkan tinjauan teknis perkeretaapian, berikut adalah empat faktor utama penyebab kecelakaan kereta api yang ada di Indonesia:

Faktor Manusia (Human Error) 

Aspek ini menempati urutan paling dominan dalam rentetan kecelakaan kereta api. Hal ini mencakup degradasi disiplin masinis atau petugas lapangan dalam mengimplementasikan Standar Operasional Prosedur (SOP). 

Seperti melampaui batas kecepatan yang diizinkan hingga kesalahan fatal dalam mengoperasikan Wesel atau komponen rel untuk perpindahan jalur. Selain itu, faktor kelelahan akibat jadwal kedinasan yang tidak proporsional sering kali menurunkan tingkat kewaspadaan operator saat bertugas.


Kegagalan Sarana Kereta 

Penyebab ini berfokus pada malfungsi teknis pada unit kendaraan kereta itu sendiri. Beberapa anomali yang kerap ditemukan meliputi sistem pengereman yang tidak bekerja optimal, kerusakan struktur as roda, hingga fenomena bearing atau bantalan poros roda yang macet.

Minimnya pemeliharaan secara periodik serta penggunaan komponen atau suku cadang yang tidak memenuhi spesifikasi standar teknis semakin memperlebar celah terjadinya kecelakaan fatal.

 


Degradasi dan Masalah Prasarana 

Infrastruktur jalur rel yang tidak prima masih menjadi tantangan besar dalam menjamin kelancaran perjalanan. Masalah prasarana meliputi kerusakan struktur rel, kondisi jembatan yang melampaui usia teknis, hingga rel yang mengalami deformasi seperti retak atau melengkung akibat beban berlebih. 

Di beberapa periode, buruknya kualitas prasarana akibat perawatan yang tidak konsisten menjadi penyumbang terbesar angka kecelakaan kereta api di Indonesia.


Faktor Eksternal dan Lingkungan 

Faktor ini melibatkan elemen di luar kendali teknis operator, terutama terkait tingginya angka pelanggaran di perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Selain itu, kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana alam turut menjadi ancaman nyata.
 
Fenomena banjir, tanah longsor, hingga tanah amblas yang menutupi jalur rel secara tiba-tiba sering kali memicu kecelakaan meskipun sarana dan prasarana dalam kondisi baik.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)