BP Tapera-Kementerian PKP Akan Gelar Akad Massal 62 Ribu KPR Sejahtera FLPP

25 July 2026 20:28

BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman akan menggelar akad massal 62.000 KPR Sejahtera FLPP dan KUR Perumahan senilai Rp880 miliar. Kegiatan ini rencananya digelar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dan dijadwalkan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu, 25 Juli 2026, akad massal KPR subsidi akan melibatkan 62.000 calon debitur yang tersebar di 36 provinsi dengan peserta terhubung secara hybrid. Sebanyak 200 debitur akan hadir langsung di Batang, sementara 61.800 peserta lainnya mengikuti secara daring. 

Kegiatan ini menjadi akad massal ketiga yang digelar BP Tapera setelah sebelumnya dilaksanakan di Cileungsi, Jawa Barat, dan Serang, Banten. Selain jumlah peserta yang meningkat, akad massal kali ini juga mengkolaborasikan KPR subsidi dengan KUR perumahan sebagai upaya mendukung penyediaan hunian dari sisi permintaan maupun pasokan.

"Kemudian nanti pada serah terima kunci simbolis ini kita usulkan 10. Tapi yang menjadi pembeda kan ini dikolaborasikan dengan kegiatan akad massal juga KUR perumahan atau kredit program perumahan. Ini yang kita usulkan 10, yang limanya lagi nanti dari debitur untuk kredit program perumahan,” ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.

Sementara itu, akad KUR perumahan akan diikuti 7.100 debitur, terdiri dari 6.873 debitur sisi permintaan dan 227 debitur sisi penyediaan. Program ini diharapkan membantu pengembang, khususnya pelaku UMKM dalam pembiayaan pembangunan rumah subsidi. 
 



Hingga 23 Juli 2026, BP Tapera mencatat penyaluran FLPP telah mencapai 111.537 unit rumah dengan nilai Rp13,874 triliun. Sedangkan KUR perumahan yang baru berjalan sejak Oktober 2025 telah mencapai 98.163 debitur dengan nilai Rp21,5 triliun.

“Ini baru terlaksana itu di bulan Oktober 2025, Bu. Artinya kan relatif waktunya kan masih sedikit, sedangkan sekarang di bulan Juli 2026 ini kita sudah mencapai 98.163 debitur,” ujar Kasubdir Perencanaan Pembiayaan Perum Perkotaan, Achmad Purwo Hardjanto.

Pemilihan Batang sebagai lokasi akad massal dinilai strategis, mengingat Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan penyalur FLPP tertinggi secara nasional. Selain itu, keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang diharapkan dapat memperluas akses kepemilikan rumah bagi para pekerja dan buruh. 

BP Tapera menyebut pekerja swasta dan buruh menjadi kelompok terbanyak yang memanfaatkan KPR subsidi. Dari 111.537 unit FLPP yang tersalur hingga Juli 2026, sekitar 71.250 unit atau 63,88 persen dimanfaatkan pekerja swasta. Akad massal di Batang diharapkan menjadi momentum mempercepat penyediaan hunian layak, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X