10 January 2026 13:51
Rusia melancarkan serangan rudal balistik hipersonik ke ibu kota Kyiv, Ukraina, pada Kamis, 8 Januari 2026, malam, waktu setempat. Serangan ini menyebabkan empat orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebutkan Rusia memanfaatkan cuaca ekstrem yang melanda Ukraina saat serangan berlangsung. Ledakan kuat terdengar selama berjam-jam di Kyiv dan sejumlah wilayah Ukraina Barat.
Otoritas Ukraina mengonfirmasi Rusia menggunakan rudal balistik Oresnik dalam serangan tersebut, yang merupakan serangan kedua kalinya sejak rudal itu digunakan pada November 2024. Selain Oresnik, Presiden Zelenskyy menyebutkan Rusia meluncurkan 13 rudal balistik lain, 22 rudal jelajah, serta lebih dari 240 drone.
Serangan intensif tersebut menargetkan infrastruktur energi, termasuk di wilayah Lviv yang dekat perbatasan Polandia. Akibatnya, ribuan gedung di Kyiv kehilangan pemanas dan listrik di tengah suhu ekstrem yang mencapai minus 15 derajat Celcius.
Seorang petugas medis tewas dan sejumlah petugas penyelamat terluka akibat serangan susulan saat proses evakuasi. Moskow mengklaim serangan ini sebagai balasan atas dugaan serangan drone Ukraina ke kediaman Presiden Vladimir Putin, meskipun tuduhan tersebut dibantah Ukraina.
Di sisi lain, Uni Eropa menyebut penggunaan rudal Oresnik ini sebagai peringatan serius bagi keamanan Eropa.