Kapal Nelayan Bertumpukan di Muara Angke, Nelayan Sulit Melaut

2 February 2026 18:10

Kepadatan kapal nelayan terjadi di Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Akibatnya, aktivitas pelabuhan terhambat dan puluhan kapal nelayan tidak dapat melaut. 

Perahu-perahu di Pelabuhan Muara Angke tidak tersusun secara rapi dan saling bertumpukan. Ribuan kapal nelayan yang bersandar saling berhimpitan dengan jarak yang sangat rapat.

Sebagian kapal ada yang sudah tidak digunakan lagi. Kondisi ini terjadi sejak November 2025 di dan mengakibatkan kekhawatiran baik dari sisi keselamatan dan risiko kebakaran.

Salah satu pemilik kapal yang ada di Pelabuhan Muara Angke, James menyebut penumpukan kapal nelayan disebabkan cuaca ekstrem yang membuat nelayan menunda pelayaran.
 



"Kan dari cuaca, cuaca kan kondisinya ekstrem ya. Padahal sudah tahulah karena BMKG sudah melaporkan bahwa ini cuaca lagi tidak baik-baik saja. Banyak namanya mengenai masalah surat juga semuanya menumpuk dari 31 Desember. Masalah pajak juga," kata dia dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin, 2 Februari 2026.

Situasi itu berdampak pada ekonomi masyarakat yang ada di pesisir nelayan di Pelabuhan Muara Angke. Perputaran roda ekonomi menjadi terganggu karena nelayan sulit melaut.

Belum terbitnya perizinan, minusnya kelengkapan surat kapal, dan belum adanya penataan akses lalu lintas menyebabkan kapal bertumpuk dan akibatnya akses keluar masuk dari kapal-kapal ini menjadi terganggu sehingga para nelayan ini harus bisa bergantian untuk bisa keluar masuk.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Diva Rabiah)