2 April 2026 18:38
Jakarta: Bumi sebagai rumah bagi seluruh umat manusia terbentang luas dengan tujuh benua yang menyusunnya. Di antara hamparan daratan tersebut, Australia menempati posisi unik sebagai benua terkecil di dunia, dengan karakteristik geografis yang berbeda dibandingkan benua lainnya.
Melansir situs resmi Australia-Indonesia Institute (AII), luas daratan benua Australia mencakup 7,69 kilometer persegi, dengan lebar rata-rata 3200 kilometer dari pantai timur, hingga bagian barat. Panjangnya juga 3700 kilometer dari Tanjung York menempat di pantai utara, hingga Tanjung Tenggara di Tasmania.
Benua Australia terbagi menjadi total enam negara, New South Wales, Victoria, Queensland, Australia Barat, Australia Selatan, hingga Tasmania. Selain itu pun terbagi dua wilayah, Australia Utara dan Ibukota Australia.
Namun uniknya, meskipun Australia resmi dikenal sebagai benua terkecil di dunia, secara teknis wilayah ini juga kerap disebut sebagai pulau terbesar karena tidak terhubung dengan daratan mana pun. Meski demikian, mengutip Britannica, Australia tetap dikategorikan sebagai continental landmass atau daratan kontinental, sehingga tidak diakui secara resmi sebagai pulau terbesar.
Terlepas dari hal tersebut, sebagai benua yang relatif kecil, Australia justru menyimpan beragam keunikan. Mulai dari kekayaan flora dan fauna khas, hingga menjadi rumah bagi salah satu dari Tujuh Keajaiban Alami Dunia atau 7 Natural Wonders of the World
Australia juga dikenal sebagai rumah bagi beragam flora dan fauna unik, termasuk hewan-hewan marsupial atau berkantung, serta monotrem, yakni mamalia yang bertelur dan memiliki satu lubang untuk ekskresi. Beberapa yang paling populer di antaranya adalah koala, kanguru, dan platypus. Meski ketiganya sudah cukup dikenal luas, Australia sebenarnya masih menyimpan banyak spesies eksotis lainnya yang belum banyak diketahui.
Melansir Traveloka, berikut berbagai hewan-hewan unik yang tidak banyak diketahui, yang berhabitat asli di Australia sebagai berikut:
Wombat merupakan jenis hewan marsupial, bertubuh besar, namun memiliki kaki yang cukup pendek, dengan kuku kaki-kaki panjang yang cukup kuat, sehingga bisa menggali-gali liang dalam tanah, dan memiliki kecepatan berlari hingga 40 kilometer per jam.
Fisik dan tampang Wallaby mirip dengan sang Kangguru, dengan kaki belakang yang cukup kuat yang membiarkan mereka untuk loncat dengan kecepatan tinggi, namun badan mereka sangat kecil, hingga beratnya hanya sampai dari 4-24 kilogram. Wallaby adalah jenis hewan yang herbivora, dengan diet yang mencakup rumput atau semak-semak.
Dingo merupakan jenis anjing yang liar, dengan kaitan keturunan serigala asal India dan memiliki sifat yang cerdas, pandai beradaptasi, dan biasanya tidak mendekati dan menghindari dari manusia. Dingo pada umumnya aktif untuk aktivitas perburuan pada malam hari, seperti memburu kelelawar, wombat, burung, dan ular.
Emu merupakan burung Australia besar, memiliki leher panjang dan kaki yang kuat, serta tergolong cukup tinggi, tinggi sang Emu dapat hingga 2 meter dengan berat rata-rata 58 kilogram. Walaupun tidak bisa terbang, burung Emu merupakan burung yang tercepat peringkat kedua di dunia, dengan kapasitas berlari hingga 48 kilometer per jam.
Tasmanian Devil terbentuk yakni seekor anjing kecil, namun merupakan hewan jenis marsupial karnivora terbesar di dunia. Dengan rahang yang kuat, serta kapasitas teriakan bising yang memberikan binatang ini namanya, Tasmanian Devil.
Flora yang mengiringi Australia tidak kalah indah, dengan berbagai habitat hutan-hutan tropis, sedang, yang beragam dengan berbagai pohon-pohon besar, seperti hutan pohon Eukaliptus. Sebuah pohon asli dari Australia, Eukaliptus merupakan jenis pohon yang memiliki lebih dari 569 jenis-jenis, yang tingginya bisa mencapai hingga ratusan meter. Hutan-hutan Eukaliptus menempatkan menempat sepanjang bagian pantai timur di Australia, Tasmania, dan untuk Australia Barat di samping barat daya.
Baca Juga :
Selain kekayaan flora dan fauna, Australia juga menjadi rumah bagi salah satu keajaiban alam dunia, yaitu Great Barrier Reef. Melansir situs resmi 7Wonders, kawasan ini merupakan organisme kolektif hidup yang bahkan dapat terlihat dari orbit Bumi, terletak di sepanjang pantai timur laut Australia. Terumbu ini dikenal sebagai ekosistem karang terbesar di dunia, dengan hampir seluruh spesies karang dapat ditemukan di dalamnya.
Nama “Great Barrier Reef” sendiri merujuk pada deretan terumbu karang yang membentang sejajar di sepanjang garis pantai benua Australia, meski tetap dipisahkan oleh saluran air. Kedalamannya rata-rata mencapai sekitar 60 meter, serta terdiri dari lebih dari 1.000 pulau yang menjadi habitat bagi beragam satwa dan vegetasi alami.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Odetta Aisha Amrullah)