Jumat Agung Jadi Momen Refleksi, Begini Cara Umat Kristiani Memaknainya

3 April 2026 17:50

Jumat Agung bukan sekadar peringatan tahunan bagi umat Katolik dan Kristiani, tetapi menjadi momen mendalam untuk merenungkan makna pengorbanan dan kasih dalam kehidupan sehari-hari. 

Di hari suci ini, umat diajak kembali menghayati penderitaan dan wafat Yesus Kristus sebagai bentuk penebusan dosa umat manusia.

Sejumlah umat mengungkapkan refleksi pribadi mereka dalam menjalani rangkaian Tri Hari Suci, yang dimulai dari Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Sabtu Suci.

Heryanti mengaku tetap berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian ibadah meski memiliki keterbatasan kondisi fisik.

“Di masa Tri Hari Suci ini saya harus penuh. Dari mulai Kamis, Jumat, Sabtu akan saya ikuti serta pantang dan berpuasa. Cuma karena saya sudah umur, saya sudah 70 lebih, jadi saya tidak bisa (ikut) karena sakit maag,” ujarnya.
 

Baca juga: Misa Kamis Putih, Katedral Jakarta Ajak Umat Lakukan Pertobatan Ekologis

Sementara itu, Yapi memaknai Jumat Agung sebagai peringatan wafatnya Yesus Kristus di kayu salib demi menebus dosa umat manusia.

“Hari ini Jumat Agung memperingati wafatnya Yesus Kristus sendiri di kayu salib. Dia menderita untuk menebus dosa-dosa kita semua. Besok Sabtu Suci, hari kebangkitan Yesus yang kita rayakan,” tuturnya.

Di lain sisi bagi Paulina, Tri Hari Suci menjadi momentum untuk kembali mendekatkan diri kepada Tuhan dan meneladani kerendahan hati Yesus.

“Buat saya pribadi, kita kembali lagi kepada Yesus Kristus yang telah menyelamatkan kita. Setiap Tri Hari Suci, saya memaknai untuk merendahkan diri seperti teladan Yesus yang rela mati di kayu salib,” ungkapnya.

Melalui berbagai pemaknaan tersebut, Jumat Agung tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga ruang refleksi bagi umat untuk memperkuat iman dan meneladani nilai kasih serta pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)