Jakarta: Banyak masyarakat bertanya mengapa harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU bisa berbeda-bbeda, padahal sama-sama digunakan untuk kendaraan bermotor. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh jenis BBM yang terbagi menjadi dua kategori utama, yakni subsidi dan nonsubsidi.
Selain soal harga, kedua jenis BBM ini juga memiliki perbedaan dalam sistem penentuan harga, kualitas, hingga aturan penggunaannya.
Apa Itu BBM Subsidi?
BBM subsidi merupakan bahan bakar yang harga jualnya dibantu pemerintah menggunakan anggaran negara atau APBN. Karena mendapatkan subsidi, harga BBM jenis ini menjadi lebih murah dibandingkan harga pasar sebenarnya.
Namun, penggunaan BBM subsidi tidak sepenuhnya bebas. Pemerintah menetapkan aturan dan kuota tertentu agar penyalurannya tepat sasaran dan dapat dinikmati masyarakat yang membutuhkan.
Beberapa contoh
BBM subsidi yang umum digunakan di Indonesia antara lain:
- Pertalite untuk kendaraan berbahan bakar bensin
- Biosolar untuk kendaraan diesel
- BBM Nonsubsidi Mengikuti Harga Pasar
Berbeda dengan
BBM subsidi, BBM nonsubsidi dijual mengikuti mekanisme pasar tanpa bantuan langsung dari pemerintah. Karena itu, harganya dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi ekonomi global.
Faktor utama yang memengaruhi harga BBM nonsubsidi adalah harga minyak mentah dunia dan nilai tukar mata uang. Ketika harga minyak dunia naik, harga BBM nonsubsidi biasanya ikut meningkat.
Contoh BBM nonsubsidi di Indonesia meliputi:
- Pertamax
- Pertamax Turbo
- Dexlite
- Pertamina Dex
Selain itu, BBM yang dijual di SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo juga termasuk kategori nonsubsidi.
Perbedaan Utama BBM Subsidi dan Nonsubsidi
Secara sederhana, perbedaan keduanya terletak pada harga, kualitas, dan aturan penggunaan.
BBM subsidi memiliki harga lebih murah karena mendapat bantuan pemerintah, tetapi penggunaannya dibatasi. Sementara itu, BBM nonsubsidi cenderung lebih mahal karena mengikuti harga pasar, namun kualitas bahan bakarnya umumnya lebih tinggi dan dapat digunakan secara bebas.
BBM nonsubsidi juga biasanya memiliki nilai oktan lebih tinggi sehingga dinilai lebih baik untuk menjaga performa mesin kendaraan tertentu.
Pilih BBM Sesuai Kebutuhan Kendaraan
Masyarakat diimbau memilih BBM sesuai spesifikasi kendaraan dan kebutuhan penggunaan sehari-hari. Pemilihan bahan bakar tidak hanya berkaitan dengan harga, tetapi juga dapat memengaruhi performa serta kondisi mesin kendaraan dalam jangka panjang.
Dengan memahami perbedaan BBM subsidi dan nonsubsidi, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih bahan bakar yang sesuai untuk kendaraannya.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)