Menjelang puncak acara The Papandayan Jazz Festival (TPJF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 3 dan 4 Oktober mendatang, The Papandayan Jazz Management menyelenggarakan acara praperehelatan bertajuk The Papandayan Jazz Universe.
Bekerja sama dengan Institut Prancis Indonesia (Institut français d'Indonésie/IFI), acara yang digelar di Suagi Ballroom The Papandayan Hotel, Bandung, Jawa Barat ini menyuguhkan penampilan spesial dari duo musisi jazz asal Prancis, Watchdog, sebagai bintang tamu utama.
Rangkaian pertunjukan musik ini dibuka dengan apik oleh penampilan lokal dari David Manuhutu Trio. Setelahnya, panggung diambil alih oleh Watchdog yang digawangi oleh pianis/komposer Anne Quillier dan pemain klarinet/klarinet bas Pierre Horckmans. Ini merupakan penampilan perdana Watchdog di Kota Bandung.
Dalam aksinya, duo asal Prancis ini memukau para pencinta jazz dengan eksplorasi musik yang memadukan unsur akustik dan elektrik. Bagi Watchdog, festival jazz merupakan sarana strategis, bukan hanya sebagai panggung pertunjukan, tetapi juga sebagai ruang interaksi dan pertukaran pengalaman antarmusisi lintas negara.
Konsistensi Membangun Ekosistem Jazz
General Manager The Papandayan Hotel Bandung, Bobby Renaldi, menegaskan bahwa selama 11 tahun perhelatan The Papandayan Jazz, pihaknya selalu konsisten menghadirkan deretan musisi jazz, baik dari dalam maupun luar negeri.
Langkah ini dinilai krusial untuk membuka ruang pertukaran pengalaman sekaligus mendorong perkembangan ekosistem musik jazz di Indonesia. Kehadiran Watchdog tahun ini menjadi salah satu bentuk nyata dari diplomasi budaya.
"Salah satu program malam ini adalah memperkuat kerja sama dengan IFI. Salah satunya dengan menghadirkan Watchdog," kata Bobby dikutip dari
Top News, Metro TV, Kamis 13 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Bobby menyebut bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mempererat pertukaran budaya antarkedua negara.