Ade Hapsari Lestarini • 12 February 2026 13:30
Jakarta: Menjelang Hari Raya Imlek pada 17 Februari mendatang, kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat mulai dipadati pembeli yang berburu jeruk. Buah berwarna oranye ini bukan sekadar hidangan, melainkan simbol keberuntungan, kemakmuran dan rezeki yang melimpah bagi warga Tionghoa.
Pedagang Jeruk di Pecinan Glodok, Arianti, 50, mengatakan, harga jeruk menjelang Imlek masih cenderung stabil dan tidak ada lonjakan. Untuk harga jeruk yang dijual pun bervariasi tergantung dari jenis yang ditawarkan.
"Seperti ini Jeruk Ponkam HDL (72) harga sekilonya Rp60 ribu, dia manis dan airnya banyak. Ada juga ini jeruk Dekopon, Dekopon ini ga ada biji airnya banyak dan manis," ujar Arianti saat ditemui di Kawasan Pecinan Glodok, mengutip Rabu, 11 Februari 2026.
Menurutnya, Dekopon sangat diminati karena tidak memiliki biji, bulirnya besar dan rasanya manis. "Dekopon ini manis, ga ada biji dan bulirnya besar-besar gitu. Pilihannya ya dekopon dengan HDL 72 ini yang manis," ungkapnya.
Arianti mengatakan, meski kini cuaca tidak menentu tetap tidak mempengaruhi harga jeruk yang dijual. Ia menjelaskan, harga jeruk masih normal bahkan sempat mengalami sedikit penurunan.
"Untuk itu (kenaikan harga) sih engga ya, harga jeruk nih standar di sekitaran Rp60 ribu/Kg dan ini HDL biasanya dijual Rp75 ribu/Kg malah dia turun Rp70 ribu/Kg," ujarnya.
Tantangan cuaca dan penurunan omzet
Kondisi berbeda dirasakan Nawa (33), pedagang jeruk di kawasan Glodok. Ia justru merasakan omzetnya menurun drastis dibandingkan musim Imlek tahun lalu. Faktor cuaca yang sering mendadak hujan menjadi kendala utama bagi pembeli untuk datang ke pasar.
"Sangat mempengaruhi, harusnya kita udah siap jualan, udah rame, orang kabur. Ini udah mau mendekati Imlek cuman kayaknya masih jauh omzetnya ga kayak tahun kemarin, belum kelihatan hilalnya," ujar Nawa saat ditemui di Kawasan Glodok, mengutip Rabu, 11 Februari 2026.
Nawa sendiri banyak menyediakan jeruk Bali yang ditawarkan dengan harga yang beragam. Untuk ukuran besar bisa dibanderol Rp100 ribu - Rp150 ribu, sedangkan untuk ukuran sedang Rp70 ribu - Rp80 ribu.
"Itu tergantung ada berbagai macam ukuran, ada yang gede sampe sedeng. Kalau gede bisa nyampe cepe, pegoh. Kalau yang sedang Rp70 ribu - Rp80 ribu," ujarnya.
Meski menghadapi tantangan cuaca, Nawa berharap, di momentum Imlek tahun ini omzet dapat naik dan pengunjung dapat meningkat. "Harapannya sih kayak tahun-tahun yang kemarin lah, kalau bisa omzet makin naik, pengunjung makin banyak," pungkasnya.
(Surya Mahmuda)