Diduga Akibat Kebocoran Pipa Gas, Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan Telan Korban

Metro TV • 21 July 2026 17:41

Medan: Ledakan dahsyat mengguncang kawasan Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin, 20 Juli 2026 sore. Satu unit rumah hancur total, sementara sedikitnya tujuh rumah di sekitarnya mengalami kerusakan akibat kuatnya ledakan. Hingga kini, dua orang masih diduga tertimbun reruntuhan bangunan dan dalam proses pencarian.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Rumah yang diduga menjadi pusat ledakan mengalami kerusakan sangat parah hingga bangunan tiga lantai itu ambruk rata dengan tanah. Material bangunan berupa beton, besi, kaca, dan atap berserakan hingga ke badan jalan.

Dampak ledakan juga dirasakan bangunan di sekitar lokasi. Sedikitnya tujuh rumah mengalami kerusakan, mulai dari kaca pecah, dinding retak, pagar roboh, hingga kendaraan yang terparkir rusak akibat tertimpa puing bangunan.
 



Tak lama setelah kejadian, petugas gabungan dari Polrestabes Medan, Brimob, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, dan Basarnas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban sekaligus mengamankan area.

Berdasarkan data sementara, enam orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Tiga korban telah berhasil dievakuasi pada hari pertama, terdiri atas seorang pria dewasa yang merupakan ayah dari pemilik rumah dalam kondisi selamat, seorang balita yang merupakan anak pemilik rumah dan masih menjalani perawatan di rumah sakit, serta seorang pengemudi layanan belanja daring yang juga masih mendapat penanganan medis.

Sementara itu, satu korban lainnya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Hingga saat ini, petugas masih berupaya mencari dua korban lain yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan proses pencarian masih terus dilakukan dengan mengangkat material bangunan menggunakan alat berat.

"Tiga korban yang terakhir pencarian kemarin, puji Tuhan satu sudah kita evakuasi dan ditemukan. Hari ini kita masih proses pencarian dua korban dengan mengangkat kolom baja yang sudah berhasil dipindahkan sehingga tim dapat melanjutkan pencarian," ujar Jean.

Ia menjelaskan, tiga korban yang telah dievakuasi sebelumnya seluruhnya masih menjalani perawatan maupun pemulihan.

"Korban pertama adalah ayah dari pemilik rumah yang kondisinya sehat. Kemudian anak balita dari pemilik rumah masih dirawat di rumah sakit. Satu lagi adalah pengantar belanja online yang juga masih dalam perawatan. Sementara satu korban sudah ditemukan dan dua lainnya masih dalam proses pencarian," katanya.

Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena sebagian besar bangunan telah runtuh dan dipenuhi puing-puing beton serta rangka baja yang harus disingkirkan satu per satu.

Sementara itu, hasil investigasi awal kepolisian mengarah pada dugaan kebocoran pipa gas bawah tanah atau pipa gas tanam. Meski demikian, penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut oleh tim gabungan bersama ahli forensik.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X