Elkan Baggott Resmi Pindah Permanen ke Millwall-Dunia Olahraga

Wijokongko • 17 July 2026 09:45

Jakarta: Bek andalan Timnas Indonesia, yakni Elkan Baggott, telah resmi berganti seragam klub pada bursa transfer musim panas tahun ini. Pemain bertahan berusia 23 tahun tersebut dilepas secara permanen oleh klub lamanya Ipswich Town menuju klub baru Millwall.

Pihak manajemen Ipswich mengumumkan kepindahan sang pemain didikan akademi tersebut secara resmi melalui berbagai akun media sosial klub. Keputusan transfer ini menandai akhir kebersamaan panjang antara Baggott dan tim berjuluk The Tractor Boys yang telah terjalin sejak lama.

Pernyataan resmi klub menyebutkan bahwa sang pemain meninggalkan tim dengan iringan doa serta harapan terbaik untuk masa depan kariernya. Millwall kini akan menjadi pelabuhan kedua bagi sang pemain bertahan tersebut dengan status sebagai rekrutan permanen sepanjang perjalanan sepak bolanya.

Perjalanan karier di Ipswich Town

Baggott pertama kali bergabung untuk membela tim muda Ipswich saat dirinya masih menginjak usia empat belas tahun pada kalender 2016 silam. Berkat kerja keras di lapangan ia kemudian berhasil mendapatkan promosi untuk bermain bersama tim kelompok umur delapan belas tahun pada 2020.

Selama berseragam tim senior pemain berbakat ini sayangnya tidak mendapatkan banyak kesempatan menit bermain dari jajaran pelatih kepala. Ia tercatat hanya mampu membukukan sembilan kali penampilan di kompetisi tingkat bawah Inggris yakni ajang Championship dan League One.

Riwayat peminjaman dan tantangan baru

Minimnya kesempatan merumput di tim utama membuat manajemen Ipswich sering meminjamkan sang pemain muda ke berbagai kesebelasan divisi bawah. Ia tercatat pernah dipinjamkan ke tim Blackpool hingga Bristol Rovers selama kurun waktu enam tahun terakhir demi mendapatkan tambahan jam terbang.

Kepindahan menuju skuad Millwall memastikan bahwa bek andalan ini akan tetap berkompetisi di kasta kedua liga sepak bola Inggris musim depan. Klub berjuluk The Lions tersebut sebelumnya harus mengubur mimpi meraih tiket promosi menuju kompetisi utama usai menelan kekalahan di babak penentuan. (Daffa Yazid Fadhlan)

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X