25 September 2026 12:15
Jakarta: PT MRT Jakarta (Perseroda) terus mengembangkan kawasan transit berbasis Transit-Oriented Development (TOD) dengan memadukan mobilitas transportasi publik, aktivitas ekonomi, dan ruang komunitas. Kawasan Blok M dan Dukuh Atas kini menjadi proyek percontohan (piloting) dari strategi tersebut.
Division Head Property Management MRT Jakarta, Iqbal Bimo Arifianto, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan transit tidak hanya berorientasi pada aspek komersial, melainkan juga penyediaan ruang publik (event space) inklusif.
"Ini adalah tahap percontohan. Bagaimana MRT berusaha membangun suatu kawasan yang kami mulai dari Dukuh Atas dan Blok M. Kami membuka kolaborasi bukan sekadar untuk komersial, tetapi juga memberi ruang hidup bagi komunitas, mulai dari pegiat e-sport, pesepeda, hingga kelompok kreatif lainnya," tutur Iqbal dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat 25 September 2026.
Salah satu bukti keberhasilannya terlihat di Blok M Hub. Sepanjang 2026, kawasan ini mencatat rata-rata 25 ribu pengunjung per hari, menggelar lebih dari 100 hari aktivasi kegiatan, serta menaungi 242 stan UMKM lokal.
Selain pemberdayaan ruang dan ekonomi lokal, MRT Jakarta memprioritaskan integrasi fisik antarmoda. Dukuh Atas Transport Hub, misalnya, dirancang memiliki akses langsung pejalan kaki menuju stasiun LRT Jabodebek dan Stasiun KRL Sudirman melalui jembatan penyeberangan terintegrasi (pedestrian deck).
"Konektivitas antarmoda ini sangat krusial. Dukuh Atas Transport Hub direncanakan tersambung langsung dengan LRT Jabodebek. Pada tahap pertama, pedestrian deck disiapkan menyambungkan kawasan ini ke Stasiun Sudirman hingga ke transport hub di bagian atas," jelasnya.
Konsep tersebut mendongkrak denyut kawasan. Hingga September 2026, volume pengunjung harian di Dukuh Atas Transport Hub meningkat 22 persen dibanding awal tahun. Keterisian gerai kuliner (food court) bahkan menyentuh angka 100 persen, dengan total okupansi gedung mencapai 88,8 persen.
Ekspansi kawasan TOD dipastikan berlanjut seiring akselerasi proyek MRT Fase 2A menuju kawasan utara Jakarta. Sejumlah proyek strategis telah masuk dalam rencana pengembangan, meliputi Kota Tua Development, The Heritage Hub Kali Besar, XGL Mixed Use Glodok Kota, hingga revitalisasi aset di koridor Thamrin.