Wacana “War Tiket” Haji Tuai Pro Kontra Masyarakat

13 April 2026 15:36

Wacana penerapan sistem “war tiket” haji menuai beragam respons dari masyarakat. Skema yang diusulkan ini disebut akan memungkinkan calon jemaah berangkat lebih cepat dengan sistem siapa cepat dia dapat, layaknya pembelian tiket konser secara daring.

Selama ini, lamanya antrean haji di Indonesia menjadi persoalan serius. Di sejumlah daerah, waktu tunggu bahkan bisa mencapai puluhan tahun, membuat banyak calon jemaah harus menanti hingga usia lanjut untuk berangkat ke Tanah Suci.

Sebagian masyarakat menyambut baik wacana ini. Mereka menilai sistem “war tiket” bisa menjadi solusi untuk mempercepat keberangkatan, terutama bagi yang sudah siap secara finansial. 

Salah seorang warga, Ahmad, berpendapat wacana tersebut bagus untuk diterapkan. “Kalau bisa dipercepat, tentu lebih baik daripada menunggu sampai 20 atau bahkan 40 tahun,” ujarnya dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Senin 13 April 2026.

Namun, ada pula yang mengkritisi rencana tersebut. Kekhawatiran utama muncul dari aspek kesenjangan akses teknologi. 



Warga lainnya, Nafarin, menyebut sistem berbasis daring berpotensi menyulitkan kelompok lanjut usia atau masyarakat di daerah yang belum terbiasa dengan teknologi digital.

“Perkembangan teknologi memang penting, tapi tidak semua masyarakat siap. Apalagi banyak calon jemaah haji adalah orang tua yang belum tentu paham sistem online,”ujarnya. 

Selain itu, muncul pula kekhawatiran soal keadilan bagi mereka yang sudah lebih dulu mengantre. Warga berharap kebijakan baru tidak mengabaikan hak calon jemaah haji yang telah menunggu bertahun-tahun.

Hingga kini, sistem “war tiket” masih sebatas wacana dan belum dipastikan akan diterapkan. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)