Zainal Arifin Mochtar Dikukuhkan Jadi Guru Besar UGM, Soroti Melemahnya Independensi Lembaga Negara

16 January 2026 11:13

Pakar Hukum Tata Negara, Zainal Arifin Mochtar, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM). Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Balai Senat UGM, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam pidato pengukuhannya, sosok yang akrab disapa Uceng ini mengangkat tema 'Konservatisme yang Menguat dan Independensi Lembaga Negara yang Melemah: Mencari Relasi dan Mendedah Jalan Perbaikan'.

Pidato tersebut berangkat dari kegelisahan akademik Zainal terkait adanya jurang yang lebar antara nilai-nilai demokrasi dan hukum yang diajarkan di ruang kelas dengan praktik ketatanegaraan yang terjadi di lapangan. Ia menyoroti fenomena melemahnya independensi lembaga-lembaga negara independen di tengah menguatnya arus konservatisme global maupun nasional.

Menurutnya, perlindungan demokrasi tidak bisa hanya mengandalkan perbaikan pada aspek hukum dan institusi semata.
 

Baca juga: Usai Kumpulkan Rektor PTN dan PTS, Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp12 Triliun

Zainal Arifin Mochtar melontarkan kritik keras terhadap kondisi demokrasi saat ini yang ia nilai terlalu elitis. Menurut pandangannya, demokrasi belakangan ini seolah-olah hanya menjadi milik para petinggi dan partai politik saja.

"Demokrasi belakangan terlalu elitis ya. Seakan-akan demokrasi itu adalah milik para petinggi dan partai politik. Padahal tidak demikian," tegas Zainal.

Sebagai solusi, ia menekankan pentingnya penguatan masyarakat sipil sebagai jawaban untuk membalikkan keadaan dan menguatkan kembali pilar demokrasi. Ia mengajak seluruh elemen untuk membuat 'arus balik' guna mengembalikan demokrasi ke tangan publik.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)