Perbatasan Ditutup, Ribuan Calon Jemaah Haji Gaza Gagal Berangkat

27 May 2026 19:49

Ribuan calon jemaah haji asal Gaza gagal menunaikan ibadah haji akibat penutupan perbatasan yang berkepanjangan di tengah konflik yang belum mereda.

Di saat jutaan umat muslim dunia melaksanakan wukuf di Arafah, banyak warga Gaza hanya bisa memendam harapan dari tenda-tenda pengungsian. Soheil Al-Kurdi, pengungsi asal Rafah (53), misalnya. Dia sudah mendapatkan persetujuan berhaji sejak 2023 bersama saudara perempuannya.

Soheil mengaku seluruh dokumen perjalanan hingga paspor telah disiapkan. Namun perang yang pecah membuat akses perbatasan ditutup, sehingga keberangkatan mereka batal.

“Kami tidak bisa pergi. Tapi kami berharap untuk pergi haji dan mengunjungi tempat suci Tuhan. Kami berharap mereka bisa membuka penyeberangan dan membiarkan orang berangkat untuk haji,” ujar Soheil dalam tayangan Newsline Metro TV, Rabu 27 Mei 2026. 


Kini Soheil tinggal di tenda pengungsian di kawasan Muwasi Khan Younis setelah sembilan kali mengungsi akibat konflik. Dalam perang tersebut ia kehilangan saudara perempuan, putra, serta rumah empat lantainya yang hancur pada 2024.

Meski hidup dalam keterbatasan, para calon jemaah haji asal Gaza tetap berusaha menjaga semangat spiritual selama musim haji dengan beribadah dan berdoa dari tempat pengungsian mereka.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)